ANALISIS PENYIMPANGAN SOSIAL DI KALANGAN MAHASISWA DAN STRATEGI PENANGGULANGANNYA

ANALISIS PENYIMPANGAN SOSIAL DI KALANGAN MAHASISWA DAN STRATEGI PENANGGULANGANNYA

ANALISIS PENYIMPANGAN SOSIAL DI KALANGAN MAHASISWA DAN STRATEGI PENANGGULANGANNYA

Oleh: Aisyah Isyarq, Chelvin Adytya Irpiansyah, Daffa Zikri Amin, Ilham Khaliq, Nurul Fayruz, Olivia Amanda, dan Ridho Ansyari F Lubis

Mahasiswa selama ini dikenal sebagai agent of change atau agen perubahan sekaligus iron stock yang dipersiapkan menjadi penerus bangsa. Dalam masa transisi dari remaja menuju dewasa, mahasiswa memasuki lingkungan baru yang menawarkan kebebasan lebih besar dibandingkan saat berada di bangku sekolah.

Namun, kebebasan tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan dalam mengambil keputusan. Ketika kontrol diri dan kontrol sosial tidak berjalan secara efektif, berbagai bentuk penyimpangan sosial dapat muncul dan berkembang di lingkungan kampus.

Fenomena penyimpangan sosial di kalangan mahasiswa saat ini menjadi perhatian karena mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perkembangan teknologi informasi, perubahan lingkungan sosial, serta meningkatnya kebebasan individu membuat bentuk penyimpangan menjadi semakin beragam. Jika tidak ditangani secara tepat, kondisi ini tidak hanya berdampak pada masa depan mahasiswa sebagai individu, tetapi juga terhadap kualitas generasi penerus bangsa.

Bentuk Penyimpangan Sosial di Kalangan Mahasiswa

Penyimpangan sosial yang terjadi di lingkungan mahasiswa dapat dibedakan menjadi dua kategori utama, yakni penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder.

Pada kategori penyimpangan primer atau penyimpangan ringan, beberapa perilaku yang sering ditemukan adalah prokrastinasi akademik kronis, plagiarisme, penggunaan jasa joki tugas, hingga praktik titip absen dalam perkuliahan.

Prokrastinasi akademik kronis terjadi ketika mahasiswa terus-menerus menunda penyelesaian tugas hingga akhirnya melakukan tindakan tidak jujur untuk memenuhi kewajiban akademik. Sementara itu, plagiarisme dan penggunaan jasa joki tugas dilakukan dengan menyalin atau membeli karya ilmiah orang lain demi memperoleh hasil instan. Praktik titip absen juga masih kerap dianggap lumrah oleh sebagian mahasiswa meskipun sebenarnya bertentangan dengan nilai integritas akademik.

Di sisi lain, penyimpangan sekunder memiliki dampak yang lebih serius dan bersifat sistemik. Bentuk penyimpangan ini meliputi penyalahgunaan narkoba dan alkohol, perjudian online, serta pergaulan bebas.

Penyalahgunaan narkoba dan alkohol sering muncul sebagai pelarian dari tekanan akademik maupun pengaruh teman sebaya. Perjudian online juga semakin marak seiring mudahnya akses internet dan munculnya berbagai platform yang berkedok permainan digital. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya terjerat utang akibat aktivitas perjudian tersebut.

Selain itu, pergaulan bebas tanpa pemahaman dan tanggung jawab yang memadai dapat menimbulkan berbagai risiko, termasuk kehamilan tidak diinginkan dan penularan penyakit tertentu.

Analisis Penyebab Berdasarkan Teori Sosiologi

Penyimpangan sosial di kalangan mahasiswa dapat dianalisis melalui beberapa pendekatan teori sosiologi.

Salah satu teori yang relevan adalah Teori Asosiasi Diferensial (Differential Association Theory) yang dikemukakan Edwin Sutherland. Menurut teori ini, perilaku menyimpang bukan merupakan sifat bawaan, melainkan dipelajari melalui proses interaksi sosial.

Ketika memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa menghadapi lingkungan yang lebih beragam dibandingkan sebelumnya. Mahasiswa yang tidak mampu menyaring pengaruh lingkungan pertemanan berpotensi mengadopsi perilaku menyimpang yang dianggap biasa oleh kelompoknya. Dalam kondisi seperti ini, perilaku menyimpang dapat berkembang dari tindakan sederhana seperti titip absen hingga keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba maupun perjudian online.

Selain itu, penyimpangan sosial juga dapat dijelaskan melalui Teori Anomi atau Teori Ketegangan (Strain Theory) yang diperkenalkan Robert K. Merton.

Teori ini menjelaskan bahwa penyimpangan muncul ketika terdapat ketidakseimbangan antara tujuan yang ingin dicapai dengan sarana yang tersedia untuk mencapainya. Banyak mahasiswa memiliki target akademik tinggi, keinginan lulus cepat, atau tuntutan gaya hidup tertentu. Namun, tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan finansial maupun akademik yang memadai untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Akibatnya, sebagian memilih jalan pintas berupa tindakan menyimpang seperti menggunakan jasa joki tugas, melakukan penipuan, atau bahkan terlibat dalam aktivitas ilegal demi mencapai tujuan yang diinginkan.

Kedua teori tersebut menunjukkan bahwa penyimpangan sosial tidak muncul begitu saja. Faktor lingkungan sosial, tekanan kelompok, lemahnya kontrol diri, serta kurangnya kesiapan dalam mengelola kebebasan menjadi faktor yang saling berkaitan.

Strategi Pencegahan

Upaya pencegahan menjadi langkah penting dalam menekan angka penyimpangan sosial di lingkungan kampus.

Dari sisi institusi pendidikan, kampus perlu mengintegrasikan pendidikan karakter dan etika ke dalam proses pembelajaran secara nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Selain itu, fungsi pusat konseling mahasiswa perlu diperkuat agar mampu memberikan layanan yang mudah diakses serta menjamin kerahasiaan identitas mahasiswa.

Peran keluarga juga tidak kalah penting. Komunikasi dua arah yang terbuka dan berkualitas antara orang tua dan anak harus tetap terjaga meskipun mahasiswa telah memasuki usia dewasa atau menempuh pendidikan di luar daerah.

Strategi Penanganan

Selain pencegahan, diperlukan pula langkah penanganan yang sistematis terhadap mahasiswa yang terlibat dalam penyimpangan sosial.

Tahap pertama adalah identifikasi dan pelaporan. Kampus perlu menyediakan kanal pengaduan yang aman dan memungkinkan mahasiswa melaporkan berbagai bentuk penyimpangan seperti perundungan, perjudian, maupun kekerasan seksual tanpa rasa takut.

Tahap berikutnya adalah investigasi dan sidang etik. Proses ini dilakukan berdasarkan bukti yang valid dengan tetap menjunjung prinsip keadilan. Mahasiswa yang terlibat diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi dan memperoleh pendampingan konselor.

Setelah itu, kampus dapat menerapkan sanksi edukatif yang proporsional sesuai tingkat pelanggaran. Untuk pelanggaran ringan, sanksi dapat berupa tugas sosial atau skorsing. Sementara untuk pelanggaran berat yang berkaitan dengan tindak pidana, proses hukum perlu ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah terakhir adalah rehabilitasi dan pendampingan. Mahasiswa yang mengalami kecanduan narkoba maupun perjudian memerlukan layanan konseling psikologis dan pendampingan berkelanjutan sebelum kembali menjalani aktivitas akademik secara normal.

Kesimpulan

Penyimpangan sosial di kalangan mahasiswa merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari lingkungan sosial, tekanan kelompok, hingga lemahnya kontrol diri. Perkembangan teknologi juga menyebabkan bentuk penyimpangan bergeser dari pola konvensional menuju pola digital, seperti penggunaan jasa joki online dan perjudian online.

Penanganan masalah ini membutuhkan kerja sama antara mahasiswa, keluarga, dan institusi pendidikan. Pendekatan yang menggabungkan ketegasan regulasi dengan dukungan psikologis melalui layanan konseling menjadi langkah yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan kondusif.

Saran

Kampus perlu membentuk satuan tugas khusus yang menangani berbagai bentuk penyimpangan sosial, termasuk kekerasan seksual dan aktivitas ilegal berbasis digital.

Di sisi lain, mahasiswa perlu aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, kegiatan riset, maupun aktivitas sosial yang positif sebagai sarana pengembangan diri sekaligus benteng dari pengaruh lingkungan pergaulan yang negatif.

Daftar Pustaka

Merton, R. K. (1938). Social Structure and Anomie. American Sociological Review.

Sutherland, E. H., & Cressey, D. R. (1978). Criminology. Philadelphia: Lippincott.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

 

Oleh:

Aisyah Isyarq¹, Chelvin Adytya Irpiansyah², Daffa Zikri Amin³, Ilham Khaliq?, Nurul Fayruz?, Olivia Amanda?, Ridho Ansyari F Lubis?
2500513020¹ • 2500511009² • 2500522027³ • 2500522026? • 2500512001? • 2500521013? • 2500533001?

penyimpangan sosial mahasiswa kampus pendidikan judi online narkoba pergaulan bebas pendidikan karakter sosiologi generasi muda dunia kampus