5 Cara Epik Pekan Bacarito 2025 Ubah Mindset Anda Lewat Buku
KabaSumbar †Pekan Bacarito 2025, diselenggarakan oleh komunitas Buku Bacarito di Tara Kopi Tarandam, Kota Padang, Minggu (27/04) menawarkan masyarakat kesempatan untuk merenung, menemukan jati diri, dan memperkuat literasi melalui kegiatan bertema Celebrating Our Roots.
Acara ini tidak hanya mempererat hubungan antar-pembaca, tetapi juga mendukung pembangunan jangka panjang komunitas yang lebih kreatif, produktif, dan peduli sosial.
Haura, pendiri Buku Bacarito sekaligus ketua pelaksana, menjelaskan bahwa Pekan Bacarito dirancang sebagai ruang refleksi di tengah kehidupan yang serba cepat.
œKami ingin mengajak semua berhenti sejenak, kembali ke akar, dan merayakan hal-hal bermakna melalui kisah dan tulisan, ujarnya.

Acara dimulai dengan Book Talk, di mana peserta, yang disebut Kawan Carito, membawa buku bertema self-discovery untuk berbagi cerita dalam kelompok.
Sesi ini memungkinkan peserta menemukan perspektif baru dari buku pilihan rekan mereka, memperkaya wawasan dan koneksi sosial.
Kegiatan dilanjutkan dengan Journaling Date bertema œSelf-Knowledge Edition: The Me Before Me. Peserta menggali pengalaman pribadi yang membentuk identitas mereka, menggunakan peralatan kreatif seperti stiker, sticky notes, dan book paper.

œPertanyaan sesi ini mengingatkanku pada masa kecil yang dekat dengan Papa, tapi kini ada rasa gengsi, ungkap Je (22), salah satu peserta, menunjukkan dampak emosional kegiatan ini.
Sesi penutup menghadirkan Sharing Session bersama Aisha Rizqy, konten kreator dan pendiri Buku Bacarito yang baru kembali dari London.Aisha berbagi pengalaman hidupnya, dari didikan orang tua hingga peran buku dalam membentuk pola pikir dan tindakannya. œBuku punya peran besar dalam cara aku bertindak dan bersikap, katanya, sembari merekomendasikan judul-judul favoritnya.
Pekan Bacarito, yang berlangsung sehari penuh dengan tiga sesi, menetapkan tiket per sesi mulai Rp35.000 atau Rp125.000 untuk paket bundling. œMelihat antusiasme Kawan Carito, acara ini menjadi langkah awal untuk lebih banyak kegiatan bermanfaat, ujar Haura.Selain Pekan Bacarito, komunitas ini rutin menggelar Book Talk, 1000 Sudut Baca untuk donasi buku ke panti asuhan, dan Book Blind Date, memperkuat misi literasi dan kepedulian sosial. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga membangun komunitas yang mendukung pertumbuhan pribadi dan sosial di Padang.