Beranda Nasional Yayasan ANSA : TEKNOLOGI TOTAL ORGANIK MA-11, Keunggulan Integrated Ecofarming Pada Sektor...

Yayasan ANSA : TEKNOLOGI TOTAL ORGANIK MA-11, Keunggulan Integrated Ecofarming Pada Sektor Pertanian & Peternakan

 

Yayasan ANSA : TEKNOLOGI TOTAL ORGANIK MA-11, Keunggulan Integrated Ecofarming Pada Sektor Pertanian & Peternakan

 

Jakarta, Kabasumbar.net

 

Bioteknologi Total Organik MA-11 yang ditemukan Dr. Ir. Nugroho Widiasmadi Dipl. WRD. M.Eng. tahun 2007 sebagai ketua Yayasan ANSA mampu memberikan solusi yang efektif agar lahan dapat dimanfaatkan oleh usaha pertanian menggunakan teknologi tepat guna dan berwawasan lingkungan. Dalam jangka menengah dan jangka panjang, implementasi teknologi ini jika dikenalkan kepada masyarakat setempat akan dapat diterapkan sendiri secara mandiri sehingga nantinya masyarakat mampu memanfaatkan lahan, bahkan yang marginal/tidak subur.

 

 

Kandungan Biofertilizer MA-11

 

 

Secara lebih spesifik, Teknologi Total Organik MA-11 ini akan membantu mewujudkan secara optimum dan berkelanjutan visi integrated ecofarming pada lahan-lahan pertanian dan peternakan. Integrated ecofarming melibatkan sinergi antara sektor peternakan dan pertanian dimana usaha peternakan menghasilkan pupuk organik dari kotoran ternak yang akan dimanfaatkan bagi usaha pertanian dan sebaliknya usaha pertanian akan mengasilkan pakan ternak yang diperlukan oleh usaha peternakan.

Jika visi integrated ecofarming ini berhasil dilaksanakan maka sekaligus akan menjawab berbagai permasalahan dalam sektor pertanian sebagai berikut:

1. Tingkat ekonomi petani pada umumnya rendah (miskin);

2. Degradasi lingkungan terus menurun akibat akumulasi pupuk kimia dan pestisida kimia;

 

3. Kelangkaan pupuk subsidi dihampir semua daerah dan amcaman krisis pangan lokal dan global.

4. Berbagai serangga/hama tanaman sudah kebal yang mengancam sektor pertanian;

5. Pakan ternak buatan pabrik tidak tersedia secara lokal sehingga harganya mahal;

6. Kualitas produk yang rendah (susu, daging, padi, sayur dll) dan tercemar bahan residu kimia (organophospate)

Facebook Comments

Artikulli paraprakAwali Safari Kedaulatan Rakyat, Ketua DPD RI Temui Ketua MA
Artikulli tjetërTim Penggerak PKK Pasaman Raih Hasil Terbaik Pada Jambore Nasional ke XIX Tingkat Sumbar