KabaSumbar – Wabup Ahmad Fadly sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat karena menjadikan Tanah Datar sebagai daerah prioritas dalam penanganan pasca bencana hidro meteorologi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Di kabupaten Tanah Datar khususnya di kecamatan Batipuh Selatan, kata Wabup Ahmad Fadly, ketika hujan masyarakat waspada bahkan mengungsi, karena di sana ada 3 aliran sungai baru yang terbentuk sehingga juga mengakibatkan akses jalan terganggu tidak bisa dilewati.
“Mohon penanganan dan bantuan dari Pemerintah Pusat dan provinsi,” ungkap Wabup Tanah Datar Ketika mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca bencana Hidro Meteorologi di Provinsi Sumbar, Selasa (13/1/2026) di auditorium Gubernuran Sumbar di Padang.
Rakor dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian turut dihadiri Kepala BNPB Republik Indonesia, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Gebernur dan Wakil Gubernur Sumbar, pejabat pusat dan pejabat Provinsi lainnya bersama Forkopimda serta kepala daerah kabupaten/kota se Sumatera Barat.
Pada kesempatan, Ahmad Fadly sekaligus menaruh harapan ke Pemerintah Pusat melalui Mendagri dan Kepala BNPB untuk menambah kuota Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana dan juga Hunian Tetap (Huntap).
“Saat ini pemerintah sedang menyelesaikan pembangunan 129 Huntara, masih ada 385 KK lagi yang saat ini rumahnya akan diverifikasi Badan Geologi apakah layak ditinggali atau harus pindah karena berada di zona merah potensi bencana,” terangnya.
Sedangkan untuk Huntap, ulas Wabup, Pemda Tanah Datar sudah menyiapkan lahan dan bisa dibangun sebanyak 34 unit Huntap terpadu di Kecamatan Rambatan.
Kata Ahmad Fadly, untuk Huntap Pemkab Tanah Datar telah siapkan lahan untuk Pembangunan. Ia berharap masyarakat mau direlokasi ke Huntap Terpadu, sampai saat ini masih belasan yang mendaftar untuk Huntap ini.
“Kita akan mendata secara detil dan akurat lagi, bagi masyarakat yang ingin relokasi mandiri juga bisa dan akan dibantu pembangunannya, asal memenuhi syarat bahwa tanah yang disiapkan aman tidak bermasalah, dan juga berada di daerah yang aman dari potensi bencana lainnya,” papar Ahmad Fadly.

Terhadap itu, Mendagri Tito mengatakan, Rakor dimaksudkan untuk menghimpun dan mengumpulkan data serta saran dan masukan dari kabupaten dan kota terdampak bencana.
Dikatakan, sejauh ini pihaknya telah mempunyai data yang telah disampaikan oleh Pemerintah Daerah yang terdampak.
“Hari ini kita ingin memastikan keakuratan data, karena dengan data akurat maka penanganan untuk percepatan rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana bisa lebih terarah dan baik,” ujarnya.
Mendagri secara khusus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota dalam penanganan bencana hidro meteorologi yang telah terjadi.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh yang terlibat, baik pemerintah ataupun non pemerintah dalam penanganan bencana, sehingga penanganan bencana berjalan baik. Saya lihat dan yakin dengan kebersamaan, Sumbar bisa bangkit,” sebutnya.
Mengirngi itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi memaparkan kondisi terkini pasca bencana dan juga berbagai kebutuhan dalam percepatan rehabilitasi dan rekontruksi pembangunan pascabenca hidrometeorologi.
“Setidaknya ada 16 Kabupaten dan kota yang terdampak bencana hidro meteorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor, dimana ada 264 jiwa korban meninggal, 72 jiwa korban hilang, 401 jiwa luka-luka, 10.854 jiwa korban mengungsi dan 296.345 jiwa terdampak,” terangnya dihadapan Wabup Ahmad Fadly.
Buya Mahyeldi terus berharap perhatian Pemerintah Pusat dalam menangani serta melaksanakan rehabilitisasi dan rekonstruksi infrastrukur dan non infrastruktur terus dilaksanakan Pemerintah Pusat untuk Sumatera Barat. (DVD)

Facebook Comments