Beranda Daerah Terobosan Wali Jorong Panang-Rimbodata Adakan Pelatihan Wartawan

Terobosan Wali Jorong Panang-Rimbodata Adakan Pelatihan Wartawan

Wali Jorong
Peserta pelatihan Jurnalistik, dengan dudk bersimpuh.
Inilah terobosan Wali jorong yang pantas diapresiasi. “Kami tidak ingin menjadi warga yang terisolir dari perkembangan literasi yang ada. Demikian Yoga Saputra, Kepala Jorong Panang- Rimbo data – Kecamatan Pangkalan, usai pelatihan hari pertama Selasa malam (28-2023 ).

Terobosan Wali Jorong Muda itu, diharapkan kiranya pelatihan yang diselenggarakan dua hari itu, akan lahir wartawan yang akan mengangkat pelbagai hal tentang Nagari Rimbo data, khususnya Kecamatan Pangkalan secara umum.

Wali Jorong mengatakan, sesuai fungsi dan peran pers, kami akan ikut berkontribusi bagi penyiaran informasi yang diperlukan oleh pemerintah kabupaten serta pemerintah provinsi.

Pelatihan jurnalisti dibimbing Pempred media Redaksi Satu dan Kaba Sumbar Edi Anwar Asfar.

Semua peserta tampak antusias menyimak materi-materi dasar jurnalistik yang dipaparkan. Peserta pelatihan dikuti oleh 15 orang, masing-masing dari Jorong Panang dan Dusun Dua, Desa Baluang (Kab. Kampar kiri).

“Ini, memang sebuah gagasan briliyan dari seorang Wali Jorong untuk membangun jorongnya, ungkap Edi Anwar.

Edi Anwar Asfar, yang juga Ketua Umum DPP- SPMI ( Serikat Praktisi Media Indonesia ) meyebutkan, banyak pihak memilih membangun daerahnya melalui kegiatan phisik, tapi Wali Jorong muda ini justru sebaliknya.

” Kepala Jorong Yoga Saputra (28), lebih memilih membangun SDM warganya”, kata Edi Anwar.

“karya Jurnalistik itu merupakan karya intelktual. Dengan membenahi aspek intelektual ini”, kata Edi Anwar,

“Wali Jorong telah membekali warganya dengan berinventasi sepanjang hidup”, sebut Edi Anwar.

Salah seorang pemuka masyarakat setempat, Firdaus (44 ) menyambut baik kegiatan semacam ini.

Menurutnya Kenagarian Rimbo Data ini kaya akan potensi alam. Namun potensi tersebut cenderung tidak digarap warga.

“Kekayaan alam hanya memperkaya pihak luar, karena SDM mereka memang memadai untuk itu. Sedangkan warga setempat hanya sebagai penonton saja”, Ujar Firdaus.

Dalam kesempatan itu Firdaus berjanji, akan memfasilitas kegiatan semacam ini, hingga lahirnya wartawan-wartawan yang dapat diharapkan mampu mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui infomasi-informasi yang berguna.

“Meskipun Kenagarian Rimbo Data merupakan nagari terujung Sumatera Barat”,masyarakatnya tidak boleh tertinggal dengan masyarakat  yang berdomisili di kota dan Provinsi. Bukankah perangkat digital telah dimiliki oleh rata-rata warga”, kata Firdaus

“Dan perangkat tersebut seyogyanya harus memberi manfaat maksimal bagi kehidupan kita, dengan membaca informasi yang hadir lewat genggaman kita”, tukas Firdaus.

wali jorong
Foto Bersma sebagian peserta Pelatihan Jurnalistik Usai pelatihan.

Hal senada juga dikemukakan Alen (54 ) warga Baluang-Kec.Kampar kiri Riau. Pria tegap yang dikenal warga dusun Baluang sebagai sosok warga yang nyinyir membela kepentingan orang banyak di sana, Alen menyambut baik kegiatan semacam ini.

Alen yang juga salah seorang peserta pelatihan, memandang ilmu jurnalistik ini amat diperlukan dalam menyaring pelbagai Informasi yang muncul di medsos .

Melalui pelatihan ini saya dapat membedakan mana berita yang benar dan mana yang hoax alias bohong.

Pendekatan system yang dipaparkan pembimbing, dalam hubungannya melihat permasalahan-permasalahan sosial kemasyarakatan yang akan dijadikan materi pemberitaan.

Menurut Alen, merupakan suatu ilmu bagi peserta yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam menyikapi seluruh informasi yang beredar di tengah masyarakat.

“Warga Balung yang selama ini kerap dibodoh-bodohi oleh warga setempat yang berpendidikan, akan dapat diminimalisir jika wartawan hadir di tengah-tengah masyarakat setempat”, jelas Alen.

Dalam kesempatan itu, Alen akan berusaha menghimpun pemuda dusun Balung untuk ikut pelatihan Jurnalistik.

“Sehingga upaya-menakut-nakuti para kaum tua di sana dapat diminimalisir”, tukas Alen.

Pelatihan yang diselenggarakan secara duduk bersimpuh, tanpa mengurangi semangat peserta untuk belajar.

Facebook Comments