BerandaPertanianRoadtrip Media PLN UID Sumbar: Menyusuri Jejak Listrik yang Menghidupkan UMKM dan...

Roadtrip Media PLN UID Sumbar: Menyusuri Jejak Listrik yang Menghidupkan UMKM dan Pertanian

KabaSumbar – Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan penguatan ekonomi desa dan UMKM menjadi pijakan langkah PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat. Mendukung arah itu, PLN UID Sumbar bersama puluhan wartawan menggelar Roadtrip Media 2025, perjalanan menyusuri jejak listrik yang tak hanya menerangi rumah, tetapi juga menghidupkan pertanian dan UMKM.

Singkarak, Titik Awal Energi

Perjalanan dimulai dari PLTA Singkarak, pembangkit legendaris yang memanfaatkan aliran Danau Singkarak dengan terowongan air sepanjang 16,5 km—terpanjang di Indonesia. Dengan kapasitas 175 MW, Singkarak bersama PLTA Batang Agam dan Maninjau menopang 30 persen kebutuhan listrik Sumbar.

Manager PLN Indonesia Power UBP Bukittinggi, Budi Murianto, menjelaskan, seluruh pembangkit kini terkoneksi dengan sistem remote di Bukittinggi. “Pengawasan lebih efisien, suplai energi lebih andal,” ujarnya. PLTA ini pun menjadi bukti bahwa infrastruktur ketenagalistrikan PLN turut menopang fondasi ekonomi daerah.

Lampu yang Menyulap Buah Naga

Dari energi raksasa di Singkarak, rombongan roadtrip bergeser ke Nagari Aripan, Solok. Di sini, Agus, petani buah naga, menunjukkan kebunnya seluas 1,5 hektar. Sejak Januari 2025, ia memasang lampu PLN untuk merangsang pertumbuhan bunga.

Hasilnya luar biasa: satu hektar kebun mampu menghasilkan 5 ton buah naga. “Batang tua pun tetap berbunga. Produksi melonjak, kualitas lebih baik,” ucap Agus penuh syukur. Baginya, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi energi yang melipatgandakan hasil panen.

Huller Modern, Beras Lebih Berkualitas

Perjalanan berlanjut ke Jorong Batu Palano, tempat usaha penggilingan padi milik Yon Harmen. Lewat program Basolek (Bareh Solok Elektrik), huller yang dulunya berbahan bakar diesel kini beralih ke dinamo listrik PLN.

Bedanya terasa jelas. Putaran mesin stabil, beras yang dihasilkan lebih putih, bersih, dan minim patah. “Sekarang bisa 5 ton per hari, dengan biaya lebih efisien. Hasilnya meningkat 50 persen,” kata Yon. Listrik bukan hanya menekan ongkos produksi, tetapi juga membuka peluang pasar lebih luas.

Roadtrip Media PLN UID Sumbar: Menyusuri Jejak Listrik yang Menghidupkan UMKM dan Pertanian

Bawang Alahan Panjang, Ramah Lingkungan dengan Listrik

Di Alahan Panjang, PLN memperlihatkan bagaimana listrik mampu menggantikan pestisida. Amri, petani bawang, memasang lampu sebagai perangkap hama alami. Cahaya lampu menarik serangga, lalu air di bawahnya jadi jebakan sederhana.

“Pemakaian pestisida bisa ditekan sampai 50 persen,” tutur Amri. Hasilnya, bawang tumbuh lebih sehat, daun lebih hijau, dan biaya produksi berkurang. General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menegaskan, “Electrifying Agriculture ini sejalan dengan program swasembada pangan. PLN ingin jadi mitra petani, bukan hanya penyedia listrik.”

Listrik, Energi yang Menggerakkan Desa

Roadtrip Media PLN UID Sumbar 2025 tidak sekadar perjalanan wisata energi. Ia memperlihatkan bagaimana listrik hadir di tengah desa, menyulap kebun, sawah, hingga huller menjadi lebih produktif. Dari Singkarak hingga Alahan Panjang, benang merahnya sama: listrik PLN menjadi energi yang menghidupkan ekonomi lokal dan menguatkan UMKM.

Facebook Comments

- Advertisement -
- Advertisement -