Rekor Emas Tembus Angka Ajaib di Tengah Ancaman Tarif AS ke Tiongkok
KabaSumbar - Harga emas dunia mencapai rekor tertinggi dengan melampaui angka US$4.100 per ons pada perdagangan Senin (13/10/2025). Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta spekulasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS.
Pada perdagangan spot, harga emas naik 2,2% menjadi US$4.106,48 per ons dan sempat menyentuh titik tertinggi US$4.116,77. Sementara itu, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember mengalami kenaikan 3,3% ke level US$4.133 per ons, menandai level tertinggi sepanjang masa dan kenaikan sekitar 56% sejak awal tahun 2025.
Aksi Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif tambahan 100% pada barang-barang impor dari Tiongkok yang mulai berlaku pada November mendatang menjadi salah satu faktor utama lonjakan harga emas. Kebijakan pembatasan ekspor perangkat lunak penting ke Tiongkok sebagai respons atas aturan Beijing yang mengatur ekspor mineral tanah jarang turut memperparah ketegangan perdagangan.
Di samping itu, pasar semakin yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Oktober sebesar 25 basis poin dan kemungkinan besar terus menurunkannya pada bulan Desember. Penurunan suku bunga ini biasanya mendorong harga emas menguat karena menurunkan biaya kesempatan memegang aset tak berimbal hasil seperti emas.
Bank besar seperti Bank of America dan Societe Generale memproyeksikan harga emas akan menembus US$5.000 pada 2026, sementara Standard Chartered menaikkan estimasi harga rata-rata emas tahun depan menjadi US$4.488. Meski demikian, para analis menyebut kemungkinan akan ada koreksi jangka pendek yang sehat untuk menjaga keberlanjutan kenaikan jangka panjang.
Di pasar domestik, harga emas Antam turut mencapai rekor tertinggi dengan harga Rp2.305.000 per gram pada pagi hari dan meningkat menjadi Rp2.331.000 per gram pada sore hari, sementara harga beli kembali (buyback) juga naik ke Rp2.180.000 per gram. Kenaikan harga ini juga mendorong pertumbuhan pembiayaan berbasis emas di sektor multifinance dan pembiayaan gadai emas.
Situasi ketegangan dagang dan keberlanjutan penurunan suku bunga diperkirakan akan menjaga emas sebagai pilihan investasi strategis dalam waktu dekat.
LogamMulia HargaEmas PerdaganganGlobal