Beranda Peristiwa Rekonstruksi Jalan DAU 1 Payakumbuh Ala PT. Bunga Mas Dipertanyakan

Rekonstruksi Jalan DAU 1 Payakumbuh Ala PT. Bunga Mas Dipertanyakan

PAYAKUMBUH | Kaba Sumbar- Pekerjaan rekonstruksi jalan DAU 1, di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Payakumbuh, yang dikerjakan PT. Bunga Mas, ramai dipergunjingkan dikalangan rekanan kota rendang tersebut.

Pasalnya, proyek rekonstruksi yang dikerjakan CV. Bunga Mas yang beralamat di jalan Adinegoro Padang itu, mutu aspal diragukan . Proyek dengan nomor kontrak 54/SPK- BM/PUPR – PYK/2021, disebabkan saat tender turun lebih 20 persen.

rekonstruksi

Pantas saja, proyek senilai Rp1.864.591.000. Dipertanyakan warga. Sebab, kondisi aspal proyek masa pelaksanaan 125 hari itu, terkesan amburadul dan terlihat putih dan kasar, dan diragukan mutu dan kualitasnya.

Terlihat pekerjaan pengaspalan jalan ala PT. Bunga Mas group PT. Nasiotama yang pernah di blacklist di Kabupaten Tanah Datar, kembali menuai sorotan, karena diduga pekerjaan tak sesuai spesifikasi teknis di Kota Payakumbuh.

Terutama pekerjaan yang tersebar dibeberapa ruas, diantaranya Jalan Arisun 1, Jalan Dangau Ampiang, Jalan Kutilang, Jalan Mantilau, Jalan Menuju SMP 7, Jalan Merpati, Jalan RT 02, RW 04, Kelurahan lbuh, Jalan Siti Manggopoh dan Jalan Tambago – Cubadak Aia.

Berdasarkan pengamatan media, terlihat pasca pengerjaan, batu spilit terlihat menonjol pada pekerjaan, kendati diawasi oleh konsultan PT. Agoesindo Jaya Mahesa. Aspal terlihat semrawut dan ada yang pecah dibibir jalan.

Aspal tak rata dan sudah ada yang tergerus. Inipun diakui Agusindo, konsultan. Katanya, memang kadar aspalnya kurang dan sudah dikasih peringatan.

“Kadar aspal pada pekerjaan jalan tersebut kurang. Dan, kami sudah memberi surat peringatan pada perusahaan tersebut,” katanya.

Mengutip investigasionline, pernyataan berbeda terlontar dari Kadis PUPR Kota Payakumbuh, Muslim. la mengaku, tak ada masalah, ujarnya.

Alasannya, untuk pengaspalan jalan ini memang beda. Sebab, beda
aspal kelas untuk jalan utama dan kampung.” Ya, jelas beda jalan
utama dan kampung,” tukuknya. ( NB )

Facebook Comments

Artikulli paraprakTugu Lampu Simpang Empat Napar Tidak kembalikan Warga Ancam Demo ke Kantor Walikota
Artikulli tjetërPadang Raih Penghargaan Terbaik Dua Perencanaan Pembangunan Kota se-Indonesia Tahun 2021