Beranda Kesehatan Perintah Baru, Gaji dan Tunjangan ASN Bisa Ditahan Jika Tidak Patuh

Perintah Baru, Gaji dan Tunjangan ASN Bisa Ditahan Jika Tidak Patuh

ASN
Kaba Sumbar – Gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) naik tahun depan sudah menjadi kabar menggembirakan bagi PNS dan PPPK. Begitu juga dengan tunjangan yang bakal diterima

Akan tetapi, dibalik kabar yang mengembirakan ASN itu, ada sanksi yang menunggu. Hukuman-pun menanti jika ada yang melanggar.

Kali ini  ASN harus ketar-ketir lantaran akan ada hukuman yang menanti jika ketahuan belum lakukan ini.

Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Tuasikal Abua mengancam akan menahan gaji dan tunjangan Aparatur Sipil Negara dan perangkat desa yang hingga kini belum juga mengikuti vaksinasi Covid-19.

Ini bukan sekedar ancaman belaka. Bagi mereka yang belum mengikuti vaksinasi akan diberi sanksi  Untuk itu para ASN dan aparatur desa yang belum mengikuti vaksinasi akan segera didata, kata Abua

“Saya akan tindak tegas, bagi para PNS yang belum divaksin itu tidak boleh bayar gaji mereka,” kata Abua sebagaimana dilansir Kompas.com Sabtu (27/11/2021).

Kata Abua, ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam mewujudkan program vaksinasi di daerah.

Karena itu, ia menegaskan, tidak akan memberikan toleransi kepada para Semua PNS yang belum divaksin.

“Tadi saya sudah sampaikan secara tegas, pegawai negeri Sipil  yang belum divaksin tahan gaji mereka. Ini kan sudah perintah. Salah satu contoh kita mau naik pesawat saja harus vaksin itu artinya kita harus patuhi aturan pemerintah,” tegasnya.

Khusus kepada perangkat desa, Abua meminta semua mereka juga harus segera mengikuti vaksinasi.

Apabila kedepatan ada yang belum tervaksin, maka mereka juga akan diberi sanksi yang sama yakni penahanan tunjangan, ujar Abua

“Kita harus tegas. Kemarin saya sudah Katakan bagi pemerintah desa di dalamnya ada perangkat desa, apabila di antara mereka ada yang belum divaksin, tidak boleh beri mereka tunjangan, ungkapnya.

Capaian vaksinasi masih rendah                                                                        Capaian vaksinasi di Maluku Tengah, sejauh ini baru mencapai 24,92 persen dari target sasaran sebesar 332.537 warga. Ini berarti vaksinasi di Maluku Tengah ini , capaiannya masih sangat rendah.

“Dalam pertemuan dengan OPD saya pertegas lagi tidak boleh bayar gaji mereka karena dia (yang tidak vaksin) itu bisa mempengaruhi orang lain,” tambahnya.

Pada akhir bulan ini Abua menargetkan capaian vaksinasi di wilayah itu sudah bisa mencapai 50 persen.

“Saya tidak mau tahu pokoknya dalam waktu dekat 50 persen kita sudah bisa capai mau siang malam kita kerja tidak ada masalah,” Pungkasnya.

Facebook Comments

Artikulli paraprakPT. Anam Koto Rusak Puluhan Hektar Lahan Masyarakat 27/11/21
Artikulli tjetërAhli Waris PNS Aktif Yang Meninggal Dunia Dapat Dana Tunjangan Hingga Beasiswa