Beranda Peristiwa Pasca Pekerjaan PT. SKT, Ruas Jalan Payakumbuh- Lintau Menanti Korban Selanjutnya ?

Pasca Pekerjaan PT. SKT, Ruas Jalan Payakumbuh- Lintau Menanti Korban Selanjutnya ?

Limapuluh Kota | Kaba Sumbar- Sepertinya patut dicurigai pekerjaan jalan ruas Payakumbuh – Lintau oleh PT. Sadewa Karya Tama ( PT. SKT ) TA 2021 lalu, dengan nilai 3.795.826.000, sarat KKN.

Pasalnya, pasca pelaksanaan perbaikan ruas jalan Payakumbuh- Lintau TA 2021 ala PT SKT, diduga sarat KKN itu, telah berulang memangsa korban lalu lintas.

Diperoleh informasi, Sabtu, 15/1 malam warga Jorong Kampai, Nagari Sitanang, Yusmainar, harus dilarikan ke Rumah Sakit Adnan WD Payakumbuh akibat kecelakaan tunggal yang di alaminya di jalan tersebut, ujar sumber.

Yusmainar

Berdasarkan informasi dari pihak RSUD Adnaan WD Payakumbuh beberkan kondisi Yusmaniar, korban terperosoknya kendaraannya ke dalam lobang yang banyak terdapat di sisi kiri- kanan jalan kewenangan Propinsi Sumbar itu, sebutkan dari hasil ronsen, tangan kanannya patah, dan rencana akan dioperasi hari senin/menunggu pemeriksaan dokter hari senin,” kata Yusmainar di rumah sakit Adnan WD, Sabtu malam, (15/1/22).

Dipaparkan, dirinya terjatuh di ujung jalan cor di depan toko bangunan Dt Ud Pekan Rabaa, Gadut Kec. Luak” . Saya terjatuh karena lubang di ujung cor jalan. Kini saya di rawat di rumah sakit

Ia menceritakan bahayanya kondisi jalan itu sehingga untuk mengelakkan lubang harus mengambil sedikit ketengah resiko ditabrak kendaraan berlawanan arah sangat besar.

“Saya terpaksa pijak rem bila mendekati lobang. Namun naas ketika melewati lobang tersebut terjatuh rebah ke kanan. Masih untung tidak di lindas kendaraan lain, demikian jelasnya dalam logat Minang.

Ibuk itu berharap supaya kejadian pada dirinya tidak sampai terjadi pula ke orang lain, dan berharap kepada pemangku kebijakan bisa mengantisipasinya, pintanya.

Yusmainar juga memohon kepada pelaksana atau pemerintah agar bisa membantu biaya pengobatan.
“Maaf pak, lai bisa awak minta bantu biaya ke pengelola jalan pak, soalnya biaya pengobatan awak tidak ditanggung BPJS,” kata ibuk tersebut.

Menyikapi kondisi jalan yang telah berulang memakan korban, Harmensyah, mengaku warga setempat mengharapkan hal tersebut jadi perhatian pemerintah Provinsi Sumbar cq. Dinas PUPR selaku penanggung jawab untuk segera menyelesaikan dan memperbaiki jalan sampai benar-benar nyaman bagi pengendara, pinta Harmensyah.

Sementara itu, Pihak PUPR Provinsi Sumbar, dalam hal ini PPTK, Jack, mengatakan lubang itu diluar pengerjaannya.

“Itu diluar pengerjaan kami, lobang itu diujung diluar coran, kalau ada lubang disitu itu diluar coran kami. Itu tidak ke kami, lagian banyak lubang lain yang seperti itu, kemudian untuk retak sedang diperbaiki,” kata Jack.

Diduga rekontruksi pekerjaan payakumbuh – sitangkai diragukan mutu dan kwalitasnya,ditengarai rekanan nakal melabrak spekvikasi teknis dan bekerja asal-asalan.

Telusuran awak media, ditenggarai pelaksanaan pekerjaan jalan tersebut oleh PT. SKT, pada akhir September 2021, terlihat pasangan batu untuk saluran air/dinding bahu jalan terkesan lebar tapak/kedalaman galian diragukan. Hal tersebut terlihat pada bagian bawah saluran sudah tergerus air, karena disebabkan kondisi tanah bagian tapak masih labil.

Begitu juga timbunan jalan menjelang membuat lantai kerja, karena spesifikasinya diragukan. Dimana terlihat sertu bercampur tanah. ( fwk )

Facebook Comments

Artikulli paraprakSepenuhnya Kawasan Konservasi Pasbar di Kategorikan Taman
Artikulli tjetërHakim Pengadilan Negeri Pasbar Kabulkan Sebagian Permohonan Praperadilan No 7