BerandaDaerahNias Pro 2025: Gelombang Sorake Bergaung di Kancah Internasional

Nias Pro 2025: Gelombang Sorake Bergaung di Kancah Internasional

KabaSumbar – Kejuaraan surfing internasional Nias Pro 2025 World Surf League (WSL) Qualifying Series 6000 tengah berlangsung sengit di Pantai Sorake, Luahagundre Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Hingga hari ini, Selasa (24/6/2025), kompetisi telah memasuki babak penyisihan, dengan para atlet dari 12 negara memamerkan kebolehan mereka di atas ombak kanan (right hander) terbaik dunia.

Kompetisi yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube WSL ini terus menarik perhatian pecinta surfing global. Aksi atlet melawan gelombang tinggi Pantai Sorake tidak hanya menjadi tontonan menegangkan, tetapi juga mempromosikan keindahan Nias Selatan sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Penyelenggara melaporkan peningkatan antusiasme penonton, baik yang hadir langsung maupun melalui siaran daring.

Selain kompetisi utama, berbagai kegiatan pendukung seperti pameran UMKM, lokakarya selancar, dan promosi budaya lokal turut memeriahkan acara. Produk unggulan Nias Selatan, seperti kerajinan tangan dan kuliner tradisional, dipamerkan untuk mendukung ekonomi masyarakat.

Event ini juga menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, dan jasa lokal seperti pemandu pantai dan teknisi alat selancar, memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Pembukaan Megah pada 21 Juni 2025

Nias Pro 2025 resmi dibuka pada Sabtu (21/6/2025) oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta. Upacara pembukaan dimeriahkan dengan Tari Sekapur Sirih, tarian khas daerah, serta fangowai, sapaan adat sebagai penghormatan kepada tamu undangan.

Dalam sambutannya, Isnanta mengapresiasi penyelenggaraan event yang mengusung konsep sport tourism. Ia menyebutkan bahwa Nias Pro, yang telah digelar keenam kalinya, diikuti oleh 184 atlet dari 12 negara, menjadikannya ajang bergengsi di kawasan Asia-Pasifik.

“Event ini tidak hanya memajukan olahraga selancar, tetapi juga mempromosikan pariwisata Indonesia di level internasional,” ujarnya.

Ia berharap ajang ini melahirkan atlet surfing nasional yang mampu bersaing global.

Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, menambahkan bahwa Nias Pro menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya lokal, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan ekonomi masyarakat.

“Pantai Sorake adalah kebanggaan kami, dan event ini memperkuat posisinya sebagai destinasi surfing dunia,” katanya.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Raden Isnanta, menandakan dimulainya kompetisi. Stand UMKM lokal turut memeriahkan acara, memamerkan produk-produk unggulan Nias Selatan.

Dampak dan Harapan

Nias Pro 2025 diharapkan tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir. Dengan siaran langsung yang menjangkau audiens global, event ini berpotensi menarik lebih banyak wisatawan dan peselancar ke Nias Selatan.

 

Facebook Comments

- Advertisement -
- Advertisement -