Mengenal Silek Kilang Endek, Seni Bela Diri dari Sariak Alahan Tigo

Mengenal Silek Kilang Endek, Seni Bela Diri dari Sariak Alahan Tigo

KabaSumbar Silat (Silek) merupakan seni bela diri orang Minangkabau yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Silat tradisi Minangkabau ini memiliki banyak aliran permainan. Tiap  aliran  berkembang pada area tertentu diperkampungan Minangkabau, sesuai siapa tokoh yang membawanya hingga berkembang ia disana.

Setentang Silek Kilang Endek,  merupakan salah satu aliran seni bel diri yang unik dari sisi Teknik dan  berbeda pula dari silek yang lain. Silek Kilang Endek bersal dari kenagarian Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok.

Seiring dengan semarak pembentukan perkumpulan sanggar budaya dalam menggali kembali khasanah budaya terpendam di kabupaten solok. Justru itu muncul silek Kilang Endek yang ternyata sudah lama terbenam dan belum mengapung ke publik atau khalayak ramai.

Pada awalnya silek Kilang Endek ini dimiliki oleh  kaum, kemudian bermula dari inisiatif dari pemuka kaum itu, berkembang  secara personal keberbagai daerah sekitarnya, sehingga dikenal banyak orang pada masa silam.

Sekarang ingin diangkat kembali sebagai silek lama yang terpendam, sejalan dengan semangat pemerintah yang berkeinginan untuk melestarikan budaya masa lalu sehingga pesona budaya dan kearifan lokal minangkabau tidak hilang begitu saja.

Silek Kilang Endek adalah silek lama yang berasal dari kenagarian Sariak Alahan Tigo, tepatnya dari Jorong Sungai Pangalek. Konon, jenis silat ini  dahulu dikembangkan oleh Mak Rahim, lebih populer dengan panggilan Angku Silek, Panggilan ini melekat kepada beliau sampai akhir hayatnya.

Silat Kilang Endek ini Silat Pusaka kepunyaan kaum yang bisa menerima hanya anak dan murid dari Tuanku Piaman, kemudian dianjurkan untuk mengembangkan ke orang lain yang berkeinginan mempelajari silek ini tidak terbatas anak dan kemenakan saja. Hingga berkembanglah silat itu keluar daerah, seperti Surian,  Muara Labuh, Sangir dan bahkan sampai ke Jambi.

Sampai akhir hayat beliau mengajarkan silat ini kepada murid-muridnya di daerah perantauan tersebut.

Silek Kilang Endek ini dipelajari oleh Angku Silek dari mamaknya yang bernama Gando, yang lebih dikenala dengan panggilan Angku Kudu.

Angku Silek   berlajar bersama dengan teman bermainnya, Angku Pak Sawang. Dengan angku Pak Sawang beliau berlatih mempermahir gerakan yang sudah diajarkan oleh angku Kudu.

Selain silat ini banyak jenis silek yang pernah ada di Sariak Alahan Tigo pada zaman itu, seperti silek Taralak, silek Pangian, silek Luncua, silek Harimau silek Tuo dll.

Tiap silek itu berkembang dikampung-kampung tertentu mengikuti tokoh yang mengajarkannya. Silat Kilang Endek disegani dan dihormati sebagai silek yang tegak sama tinggi duduk sama rendah dengan silek lain.

Biasanya murid yang benar-benar ingin mempelajari silek kilang Endek ini, guru langsung mengajarkan ilmu spritualnya demi untuk mengasah dua kekuatan, yakni kekuatan psikis dan kekuatan fisikal dan menjadi satu kesatuan dalam diri hingga silat itu mengandung jiwa supranatural.

Terbentuk silek ini sama dengan silat yang lain, yakni meniru ke alam seperti silat harimau yang pola langkah pergerakannya mengambil tiruan dari gerak gerik Harimau. Silat Buaya tiruannya kepada Buaya, begitu juga silat kilang Endek terinspirasi dari Kilangan, yaitu benda/alat untuk memeras air tebu dan endek sejenis alat untuk menumbuk padi sebelum ditemukan mesin penggiling tebu dan heller penggiling padi kilangan. Endek ini teknologi ranah minang yang canggih pada masanya.

KIlang Endek
Gerakan silat kilang Endek

Gerakan silat Endek mengkombinasikan kilang dengan endek yang saling tumbuh bersamaan, kedua-duanya kompak, serentak dan selalu saling bermitraan, hingga seluruh anggota tubuh hidup menjadi senjata dalam menanti serangan lawan. Pergerakannya selalu maju tidak boleh mundur. Mundur sapadi, kata guru, kafir hukumnya dan tubuh pesilat tidak boleh berputar kekanan dan kekiri.

Unik bukan? Padahal kilangan tetapi begitulah tekniknya silat ini. Sangat arif orang minang kabau bisa membaca alam sebagai kitab yang terkembang hasil karyanya itu sampai hari ini bisa kita nikmati.

Silek Kilang Endek hasil jenius masa silam namun silat ini diperuntukkan tidak untuk menyerang atau menndang melainkan untuk bertahan dari serangan lawan karena nenek moyang kita orang yang tidak pandai mencari gara-gara / sengketa mereka orang yang cinta damai, tidak suka kepada kezoliman dan berusaha menghindar dari kejahatan.

Semisal kilangan tebu, kilangan itu berdiam diri ia ditempatkan apabila tebu datang ia giling sampai terkuras airnya begitu juga Endek ia berdiam dilesungnya apabila datang padi langsung ia tumbuk sampai menjadi beras putih bersih/ceruh, silat kilang endek juga tidak boleh menyerang tapi apabila diserang ingat amanah guru sekali memberi tahu dua kali peringatan tiga kali pemberi jaran empat kali lawan.

Å" Musuh tidak dicari sangketo tidak dihadang tapi kok inggok bak langau titiak bak hujan ditampuang. Artinya sifat diri seorang pendekar kilang endek berdirilah ia ditempatnya, tegak berdiri seperti Alif dan tasondak lalu kalangik nan tarunjam lalu ka bumi, maknanya seorang pesilat itu tidak sombong selalu rendah hati dan ingat selalu sama yang kuasa bagaikan ilmu padi semakin berisi semakin tunduk, kalau ternamkan hal demikian yakinlah insya allah Alif tidak akan mati.

Silek Kilang Endek nyaris punah hingga tingggal kenangan karena murid-murid angku silek beberpa dekade yang lalu tidak berani  mengajrkan dan ada yang tidak berbakat jadi gurukebanyakan alsan mereka karena tidak sesempurna seperti guru katanya angku silek tidak pernah BULUIH dalam keadaan apapun beliau diuji bahkan pernah murid mengujinya dalam keadaan tertidur nyenyak pulasdipukul dengan senjata jangankan dia binasa malah yang memukul terpelanting oleh kakinya, seperti ada diri lain yang menjaganya.

Hal ini bisa saja terjadi pada silat apapun asalkan pendekar itu menghayati sampai kelubuk hati akhirnya menjelma rasa keseluruh sel-sel sendi sampai kekulit pori-pori maka angin yang berlalu dan daun yang jaatuh menimpa dirinya bisa ia ketahui.

Permulaaan gerakan silat minangkabau pada umumnya dimulai dengan langkah empat dan ada juga dengan langkah tiga, hal ini berlainan dengan silat kilang endek ini tidak memiliki langkah, tidak aba-aba tidak ada ancang-ancang tidak ada permulaan ibarat pidato tidak ada mukadimah, tidak ada penghormatan tidak ada puji-pujian.

Silat ini siap siaga selalu kapanpun dibutuhkan,diwaktu tidur,duduk apalagi diwaktu tegak berdiri. Dimano tumbuah disinan disiang,dimano baserak disinan dikampuangan,dimano tabarih disinan makanan paek.

Ragam sambut dan kuncian Silat Kilang Endek

1.Gelek

2.Kilang

3.Endek

4.Rantiang

5.Ranjau

6.Kampua tangah

7.Tateh tandan

8.Rapai tandan

9.Sodok limpo

10.Patah tabu

11.Kilang sabalik

12.Kilang ma ampeh

13.Piwuah ranggang

14.Endek kalua

15.Endek kadalam

16.Sandang patiang

17.Sandiang patah

18.Pijak lihia

19.Salendang ateh

20.Salendang bawah

21.Salendang tangah

22.Salempang

23.Kilang patah bawah

24.Kungkuang batak

25.Kungkuang baruak

26.Kungkuang kapik

27.Kuno-kuno lua

28.Kuno-kuno dalam

29.Bulintang endek

30.Geleang baruak

31.Kabek ampai

32.Sambuik ampai

33.Sambuik bantun

34.Tunggang aia

35.Tunggang jongkang.

36.Tanduak jawi boloh

37.Piwuah pilin

38.Cakiak lihia

39.Caban

40.Sawua remoh

41.Sarasa saidi

42.Santuang ali

43.Ali remoh

 

Inilah sambut dan kuncian dari silek kilang endek namun demikian pada sambut tersebut ada yang memiliki anak terkadang anak lebih berbahaya dari induknya perihal itu tidak perlu dituliskan.

Ditulisnya sejarah singkat ini supaya anak cucu mudah-mudahan bisa berkembang untuk masa yang akan datang dan mencintai budaya kita, jangan sampai kepada anak cucu Å" rancak kilek loyang urang intan disangko kilek kaco.

Semoga minangkabau tidak dibalut cerita tetapi nyata adanya, kepada tuo-tuo silat dan pecinta silat tradisi saya ucapkan ribuan maaf atas kelancangan dan kekeliruan.

Bakato siang caliak-caliak,bakato malam dangan-danga,bana kato dikatokan,senteang mintak dibilai,kurang mintak ditukuak,basamo mangko manjadi. (Irman Kuto/relis)

Silat tradisi Seni bela diri Minangkabau Silek Kilang Endek Sariak Alahan Tigo Kekayaan budaya