May Day 2026: Buruh Padang Tuntut Dewan Pengupahan hingga Perlindungan Ojol
KabaSumbar -- Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Padang berlangsung dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan aksi demonstrasi pada umumnya. Alih-alih turun ke jalan, Wali Kota Padang Fadly Amran membuka ruang dialog langsung dengan perwakilan serikat pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Padang. Pertemuan tersebut digelar di Kediaman Resmi Wali Kota pada Jumat (1/5/2026).
Forum ini mencerminkan kecenderungan baru dalam peringatan May Day di sejumlah daerah, yang mulai mengedepankan komunikasi terbuka dibanding aksi massa. Momentum Hari Buruh dimanfaatkan para pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah sebagai pengambil kebijakan.
Dalam dialog tersebut, Ketua Konsulat FSPMI Kota Padang, Doni Rinaldi, menyampaikan sejumlah tuntutan yang menjadi perhatian utama buruh. Aspirasi tersebut mencakup percepatan pembentukan Dewan Pengupahan Kota Padang, evaluasi sistem outsourcing dan kontrak kerja, pengawasan terhadap pelaksanaan upah minimum, serta perlindungan bagi pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online (ojol).
Isu perlindungan ojol yang disuarakan buruh Padang juga sejalan dengan tuntutan yang berkembang secara nasional. Di tingkat nasional, buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendorong penurunan potongan tarif ojek online dari 20 persen menjadi 10 persen. Selain itu, mereka juga mengusulkan keterlibatan pemerintah melalui Danantara dalam kepemilikan platform aplikasi untuk mewujudkan kebijakan tersebut.
Persoalan outsourcing turut menjadi perhatian utama yang menghubungkan tuntutan buruh daerah dengan gerakan nasional. Dalam aksi serentak 1 Mei 2026, buruh di berbagai wilayah Indonesia mengusung slogan HOSTUM (Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah) sebagai bentuk penolakan terhadap sistem kerja yang dinilai merugikan pekerja.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi hak-hak pekerja. Ia menekankan pentingnya peran lembaga kerja sama tripartit sebagai sarana penghubung antara buruh, pengusaha, dan pemerintah.
“Prinsip keadilan dalam hubungan industrial harus terus dijaga melalui kerja sama tripartit agar semua pihak dapat terakomodasi dengan baik,” ujar Fadly Amran.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Ferri Erviyan Rinaldi, serta Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam merespons tuntutan buruh secara komprehensif.
Selain itu, Fadly Amran turut menyampaikan sejumlah program yang telah berjalan sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja di Kota Padang, seperti layanan BPJS Kesehatan gratis serta program perlindungan bagi pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Pendekatan dialog yang dilakukan di Padang sejalan dengan tren nasional dalam peringatan May Day 2026. Di berbagai daerah, aksi buruh berlangsung lebih humanis dengan mengedepankan komunikasi dan penyampaian tuntutan secara terbuka.
Secara nasional, buruh mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan yang baru yang dinilai lebih berpihak kepada pekerja, termasuk penghapusan sistem outsourcing.
Menjelang peringatan May Day, pimpinan KSPI dan FSPMI bahkan telah lebih dahulu bertemu Presiden Prabowo Subianto pada 28 April 2026 untuk menyampaikan 11 tuntutan utama buruh Indonesia. Presiden disebut akan mempelajari seluruh aspirasi tersebut dan membuka peluang dialog lanjutan.
Di Kota Padang, semangat dialog tersebut tercermin dalam suasana pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif. Ketua FSPMI Kota Padang Doni Rinaldi menyampaikan apresiasi atas ruang komunikasi yang difasilitasi pemerintah kota sebagai langkah nyata dalam membangun hubungan industrial yang sehat antara buruh, pengusaha, dan pemerintah.
may day 2026 hari buruh padang FSPMI padang dewan pengupahan outsourcing ojol fadly amran buruh sumbar ketenagakerjaan padang upah minimum