KabaSumbar – Fenomena ledakan alga (algal bloom) kembali terjadi di beberapa wilayah perairan Australia, memicu kekhawatiran terhadap kelestarian ekosistem laut dan keberlangsungan industri perikanan.
Alga adalah organisme sederhana yang termasuk ke dalam kelompok tumbuhan air atau mikroorganisme fotosintetik. Ia dapat berupa uniseluler (satu sel) maupun multiseluler (bersel banyak), dan hidup di berbagai habitat, terutama di perairan tawar maupun laut.
Para ahli menyebut, fenomena ini terjadi akibat kombinasi kenaikan suhu laut, perubahan iklim, dan limpasan nutrisi dari daratan.
Ledakan alga yang terpantau di perairan pesisir New South Wales hingga Tasmania menyebabkan air laut berubah warna menjadi kehijauan pekat. Kondisi ini mengurangi kadar oksigen di dalam air, mengancam ikan, karang, dan biota laut lainnya.
Penyebab Utama dan Dampak Serius
Menurut Australian Institute of Marine Science (AIMS), ledakan biasanya dipicu oleh meningkatnya kandungan nutrien seperti nitrogen dan fosfor dari aktivitas pertanian dan limbah. Ketika suhu laut naik, alga tumbuh cepat sehingga mendominasi perairan dan menutup akses cahaya ke terumbu karang.
“Jika dibiarkan, fenomena ini dapat menimbulkan zona mati (dead zone) di laut, memusnahkan ikan dan merugikan industri perikanan bernilai miliaran dolar,” ujar Dr. Emily Foster, pakar kelautan AIMS.

Dampak pada Pariwisata dan Perikanan
Selain mengancam keanekaragaman hayati, ledakan alga juga berdampak pada pariwisata bahari dan sektor ekonomi lokal. Aktivitas snorkeling dan diving menurun karena kejernihan air terganggu. Nelayan pun melaporkan hasil tangkapan menurun akibat migrasi ikan ke perairan yang lebih bersih.
Upaya Penanggulangan
Pemerintah Australia bersama lembaga penelitian kini melakukan pemantauan intensif dan menyemprotkan larutan pengikat alga di beberapa titik. Kampanye pengurangan limbah pertanian juga digalakkan untuk mencegah peningkatan nutrien di laut.
“Penanganan ledakan tidak bisa instan. Ini harus disertai kebijakan jangka panjang terkait pengelolaan limbah dan mitigasi perubahan iklim,” tambah Foster.
Tren Global
Fenomena serupa juga dilaporkan meningkat di berbagai belahan dunia akibat pemanasan global dan polusi laut. Para ilmuwan menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk menekan dampak perubahan iklim demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Facebook Comments