Beranda Produk Kota Payakumbuh Geliat Kuliner di Malam Hari

Kota Payakumbuh Geliat Kuliner di Malam Hari

kota Payakumbuh
Kota Payakumbuh, memang memiliki kekhasan tersendiri di malam hari. Ketika kota-kota lainnya di Sumatera Barat,https://kabasumbar.net mulai sepi pada malam hari, saat warganya memilih berdiam di rumah untuk menghindari udara dingin, aktivitas sebagian warga di Kota
Payakumbuh justru semakin menggeliat.

Bagi pengunjung kota Payakumbuh, di malam harinya,  sangatlah gampang mencari tempat tongkrongan. Pengunjung tidak perlu repot mencari masakan atau minuman kuliner  untuk dinikmati.

Di kota ini selera wisatawan akan dimanjakan dengan berbagai menu. Demikian juga untuk media lainnya, dilengkapi televisi layar lebar dan live musik. Seiringnya waktu, juga telah tersedia jenis kuliner dari luar Minang. Hal ini  karena lidah masyarakat setempat tampaknya sudah mulai akrab dengan makanan non-Minang.

Suasana malam di Kota Payakumbuh di samping  dapat menikmati minuman Skoteng Teh Talua serta Kawa Daun (daun kopi seduh), Bagi yang menggemari makanan khas Minang dengan spesifik Payakumbuh, telah di lapak lapak pinggir jalan  menunggu Sate, Martabak Mesir, Rendang Telur dan Ampiang Dadiah (sejenis yogurt dari susi sapi).

Payakumbuh memang tidak banyak memiliki objek wisata alam yang bisa ditawarkan. Jadi, kekayaan kuliner adalah potensi yang paling berpeluang bisa dikembangkan lebih jauh bersama industri kreatif lainnya, di antaranya Payakumbuh Fashion Week dan Payakumbuh Carnaval.

Bahkan, Bareh Randang, Batiah dan Galamai saat ini telah menjadi ikon makanan ringan Payakumbuh, dan sering dijadikan oleh-oleh sebagai pertanda berkunjung ke kota itu.

Sederetan makanan khas lainnya seperti Bareh Rendang, Kipang. Rendang Belut, Martabak Telur dan Pinyaram (kue yang berasal dari tepung beras, gula dan santan), dengan mudah didapati wisatawan yang berkunjung ke kota perlintasan Padang- Pekan Baru itu.

Kini, makanan khas yang sudah menjadi ikon Payakumbuh, yaitu Rendang Daging, Rendang Telur yang tidak dimiliki daerah lain. Sejauh ini, masyarakat di luar Sumatera Barat hanya lebih mengenai rendang daging sapi, dan masih asing dengan rendang telur yang merupakan salah satu bentuk dari beberapa varian rendang.

Berdirinya “Kampung Rendang” di Lampasi, pinggir kota Payakumbuh, semakin mengokohkan kota tersebut sebagai sentra produk rendang, jenis makanan yang dinobatkan oleh CNN sebagai makanan terlezat di dunia

Di “Kampung Rendang” tersebut, terdapat 12 pengusaha rendang rumahan dengan berbagai produk, yaitu rendang telur, rendang daging, rendang belut, rendang paru, rendang ubi dan kalio jariang.

(Henni Andri)

Facebook Comments

Artikulli paraprakSetelah Diundi, PS Pasbar Pastikan Berlaga di Ajang Liga
Artikulli tjetërKapado bapak bapak ibu ibu, udo jo oncu, uwan dan akak, mamak dan kamanakan