KabaSumbar – Sarapan di pagi hari menjadi rutinitas yang tak terpisahkan bagi banyak masyarakat Indonesia. Secangkir kopi hangat disandingkan dengan gorengan atau porsi kecil nasi sering menjadi pilihan untuk mengawali hari.
Namun, apakah kebiasaan ini sehat menurut pandangan ahli gizi?
Menurut Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, pakar gizi Indonesia, sarapan adalah waktu makan penting yang membantu mengisi ulang energi setelah tubuh berpuasa semalaman.
Sarapan yang seimbang dapat meningkatkan konsentrasi, menjaga kadar gula darah, dan mendukung metabolisme tubuh. Namun, komposisi makanan yang dipilih sangat menentukan manfaat sarapan bagi kesehatan.
Kopi dan Gorengan: Apa Kata Ahli Gizi?
Manfaat dan Risiko Kopi
Kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi di pagi hari. Penelitian dari Journal of Nutrition (2020) menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang (1-2 cangkir per hari) dapat memberikan manfaat antioksidan dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2.
Namun, ahli gizi seperti Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, memperingatkan bahwa menambahkan gula berlebih atau krimer tinggi lemak ke dalam kopi dapat meningkatkan asupan kalori kosong, yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan atau gangguan gula darah.
Baca Juga : Ingin Sehat Sampai Hari Tua, ini Salah Satu Triknya
Gorengan: Kenikmatan yang Berisiko
Gorengan seperti pisang goreng, tempe goreng, atau bakwan memang menggugah selera, tetapi sering kali tinggi lemak jenuh dan kalori. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi lemak trans dari minyak goreng yang digunakan berulang kali dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kolesterol tinggi.
Dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, menjelaskan bahwa gorengan cenderung rendah serat dan nutrisi esensial, sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang tahan lama.
Nasi dalam Porsi Kecil
Nasi sebagai sumber karbohidrat sederhana memberikan energi cepat, tetapi jika dikonsumsi tanpa tambahan protein atau serat, kadar gula darah bisa naik turun dengan cepat, menyebabkan rasa lapar kembali sebelum waktunya makan siang.
Ahli gizi merekomendasikan mengombinasikan nasi dengan sumber protein seperti telur atau tempe serta sayuran untuk keseimbangan nutrisi.
Dampak Kebiasaan Ini pada Kesehatan
Jika kebiasaan sarapan kopi, gorengan, atau nasi kecil dilakukan sesekali, dampaknya mungkin tidak signifikan. Namun, jika menjadi rutinitas harian, ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan:
Kenaikan Berat Badan: Gorengan dan kopi manis tinggi kalori, yang dapat menyebabkan penumpukan lemak jika tidak diimbangi aktivitas fisik.
Gangguan Metabolisme: Konsumsi karbohidrat sederhana tanpa serat dan protein dapat memicu lonjakan gula darah.
Risiko Penyakit Kronis: Lemak trans dari gorengan berulang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Baca Juga : Mari Hidup Sehat Dan Persiapkan Ini!!
Rekomendasi Ahli untuk Sarapan Sehat
Ahli gizi menyarankan sarapan yang memenuhi prinsip gizi seimbang, yakni mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat. Berikut beberapa tips untuk memperbaiki kebiasaan sarapan:
Ganti Gorengan dengan Camilan Sehat
Alihkan gorengan ke opsi seperti kacang rebus, ubi panggang, atau roti gandum dengan selai kacang. Makanan ini lebih kaya serat dan rendah lemak jenuh.
Pilih Kopi dengan Bijak
Minum kopi tanpa gula atau gunakan pemanis alami seperti madu dalam jumlah terbatas. Hindari krimer tinggi lemak, dan pertimbangkan susu rendah lemak sebagai alternatif.
Kombinasikan Nasi dengan Protein dan Sayur
Jika memilih nasi, sajikan dalam porsi kecil (sekitar 100-150 gram) dan tambahkan telur rebus, tahu, tempe, atau sayuran seperti bayam atau kolplay untuk menambah serat dan nutrisi.
Perhatikan Waktu Sarapan
Menurut Dr. Tan Shot Yen, sarapan ideal dilakukan dalam 2 jam setelah bangun tidur, sekitar pukul 06.00-08.00 pagi, untuk mengoptimalkan metabolisme tubuh.

Contoh Menu Sarapan Sehat
Menu 1: Oatmeal dengan potongan buah segar (pisang atau apel), ditambah segelas kopi hitam tanpa gula.
Menu 2: Nasi merah porsi kecil dengan telur rebus, tumis bayam, dan segelas teh hijau.
Menu 3: Smoothie bowl berbahan dasar yogurt rendah lemak, granola, dan buah beri, disandingkan dengan kopi tanpa gula.
Kebiasaan sarapan dengan kopi dan gorengan mungkin praktis dan lezat, tetapi kurang ideal untuk kesehatan jangka panjang jika dilakukan setiap hari.
Menurut ahli gizi, sarapan sehat harus mencakup kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat untuk mendukung energi dan kesehatan tubuh.
Dengan sedikit penyesuaian, seperti mengganti gorengan dengan camilan kaya serat atau mengurangi gula dalam kopi, Anda dapat menikmati sarapan yang lebih sehat tanpa mengorbankan kenikmatan.

Facebook Comments