Kondisi Irigasi Guk Rantau Rusak Parah, 20 Ribu Hektar Lahan Pertanian Terancam Krisis Air Pengairan
KabaSumbar Kondisi irigasi Kapala Banda Guk Rantau, nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok mengalami kerusakan cukup parah akibat dihantam bencana hidrometeorologi November 2025 lalu. Akibatnya, ribuan hektar lahan persawahan terancam kekeringan gagal panen karena pasokan air pengairan tidak normal.
Dalam kondisi memprihatinkan itu, masyarkaat nagari Koto Baru menaruh harapan segera dilakukan perbaikan pada masa pemulihan bencana ini, atau setidaknya pemerintah setempat melakukan pendataan untuk rencana perbaikan.
Namun entah luput dari pendataan, atau malah tidak dilihat sebagai dampak bencana, nasib irigasi Kapalo Banda Guk Rantau yang sangat memprihatinkan, sejauh ini belum ada tanda-tanda bakal diselamatkan.Dari pantauan KabaSumbar.net, kondisi Irigasi Kapalo Banda Guk Rantau yang rusak parah akibat dihantam bencana banjir, butuh rehabilitasi cepat dan serius, agar petani kembali lega memperoleh pasokan air pengairan bagi lahan persawahan.
Terhadap itu, salah seorang pemuka masyarakat nagari Koto Baru, Ilyasril mengatakan, banjir bandang yang melanda Kawasan kecamatan Kubung tempo hari, juga berdampak terhadap fungsi irigasi Banda Guk Rantau. Irigasi yang selama ini menjadi sumber pengairan petani, mengalami kerusakan yang sangat fatal.

Kata pensiunan Pemkab Solok itu, sekurangnya sekitar 20.000 hektar lahan pertanian di nagari Koto Baru yang menggantungkan pasokan air pengairan dari kapalo Banda Guk Rantau. Tetapi kini aktivitas pertanian praktis terancam akibat mengalami kekurangan air pengairan.
"Bahkan Ketika banjir terjadi, usaha budidaya ikan yang digerakkan kelompok masyarakat di sepanjang tali bandar irigasi, mengalami rugi besar karena dihondoh banjir," ungkap Ilyasril kepada KabaSumbar.net, Selasa (27/1/2026) di Kotobaru.
Menyikapi kondisi itu, Ilyasril menaruh harapan kepada Pemerintah Kabupaten Solok agar berkenan membenahi, terutama melakukan pengerukan saluran irigasi karena terjadi pendangkalan oleh material batu dan pasir.
"Kita melihat antara batu beronjong pembatas sungai ke pintu air Kapalo Banda telah amblas. Kondisi itu perlu dilakukan pengerukan dengan alat berat. Itu mendesak dilakukan,"ujarnya.

Kerusakan parah juga terjadi di sepanjang tali bandar irigasi. Dinding bandar telah banyak yang jebol dan bocor, sehingga air tidak mengalir lagi ke lahan persawahan.
Menyuarakan harapan Masyarakat nagari Koto Baru, Ilyasril mengetuk hati pemerintah Kabupaten Solok agar bersedia mengulurkan program perbaikan irigasi Kapalo Banda Guk Rantau.
Å" Kita berharap melalui Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Solok, agar kondisi irigasi Kapalo Banda Guk Rantau segera ditanggulangi dengan perbaikan guna menjaga aktivitas pertanian dan produksi padi petani Koto Baru, harap Ilyasril, sendu. (Irman Kuto)
#Pemkab Solok Kecamatan Kubung pemulihan pascabencana Kondisi Irigasi Kapalo Banda Guk Rantau Terdampak Bencana Banjir Butuh Perbaikan Petani Koto Baru