Kinerja Pembangunan Dharmasraya Diapresiasi Pemprov Sumbar, Geliat Ekonomi 2025 Lampaui Rata-Rata Provinsi
KabaSumbar - Kinerja pembangunan Kabupaten Dharmasraya mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat. Pernyataan itu diungkapkan Asisten Administrasi Umum Setdaprov, Medi Iswandi, ketika menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027, Senin (6/4/2026) di Pulau Punjung.
Medi Iswandi menilai kinerja makro pembangunan Dharmasraya tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan dan layak mendapat perhatian publik.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), dalam kurun waktu satu tahun (2024–2025), Dharmasraya tidak hanya mengalami perbaikan secara absolut, tetapi juga berhasil melampaui rata-rata capaian kabupaten/kota di Sumatera Barat pada sebagian besar indikator makro pembangunan.
Medi menjelaskan, pada tahun 2024 masih terdapat tiga indikator yang berada di bawah rata-rata provinsi. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 6,02%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi sekitar 5,62%. Pertumbuhan ekonomi berada di angka 3,86%, juga di bawah capaian provinsi sekitar 4,36%.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,82 masih tertinggal dari rata-rata provinsi 76,43.
Namun demikian, terdapat indikator yang sudah lebih baik, seperti tingkat kemiskinan sebesar 5,32% yang lebih rendah dibandingkan provinsi (±5,42%), serta pendapatan per kapita sebesar Rp58,71 juta yang sedikit lebih tinggi dari rata-rata provinsi Rp57,05 juta.
Dalam Setahun Berbalik Unggul
Memasuki tahun 2025, terjadi perubahan signifikan. Medi menegaskan, dalam waktu satu tahun, Dharmasraya berhasil berbalik unggul dengan lima indikator makro yang telah melampaui rata-rata provinsi.
Tingkat kemiskinan turun menjadi 4,61%, lebih rendah dari provinsi (±5,31%). TPT juga menurun menjadi 5,51%, kini lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi sekitar 5,62%, mencerminkan peningkatan penyerapan tenaga kerja.
"Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat sebesar 3,79%, melampaui capaian provinsi di angka 3,37%, menunjukkan akselerasi ekonomi yang lebih cepat dibandingkan daerah lain,"ungkapnya.
Pendapatan per kapita meningkat dari Rp58,7 juta menjadi Rp62,0 juta, dengan laju pertumbuhan yang lebih tinggi dari rata-rata provinsi, menandakan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Satu-satunya indikator yang masih menjadi perhatian adalah IPM. Meskipun meningkat dari 74,82 menjadi 75,70, capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata provinsi sebesar 77,27.
Secara keseluruhan, capaian ini menandai transformasi besar pembangunan Dharmasraya, dari daerah yang sebelumnya masih tertinggal pada beberapa indikator, menjadi daerah yang lebih unggul dan kompetitif secara makro.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Barat yang pada tahun 2025 cenderung mengalami perlambatan—diduga dipengaruhi faktor bencana—di mana masih terdapat dua hingga empat indikator di bawah rata-rata provinsi, Dharmasraya justru menunjukkan kinerja yang lebih solid dengan hanya menyisakan satu indikator yang masih tertinggal, yaitu IPM.
Ke depan, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, Dharmasraya berpotensi menjadi salah satu daerah dengan kinerja pembangunan paling progresif dan seimbang di tingkat provinsi.
Annisa Siapkan Target Progresif 2027
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak yang telah mendorong capaian pembangunan yang progresif serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang 2025, meskipun dihadapkan pada tekanan fiskal.
Bupati juga mengungkapkan tantangan ke depan. Berdasarkan hasil Musrenbang, kebutuhan pembangunan tahun 2027 mencapai sekitar Rp2 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp313,95 miliar berasal dari 231 usulan prioritas yang didominasi sektor infrastruktur sebesar Rp268,1 miliar.
Di sisi lain, kemampuan APBD masih terbatas, dengan rasio PAD sekitar 14,17%. Selain itu, beban belanja pegawai masih cukup tinggi, mencapai sekitar 58% pada tahun 2025, jauh di atas rasio ideal 30%, meskipun tidak ada pembukaan formasi baru.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Dharmasraya menyiapkan empat strategi utama : Optimalisasi PAD melalui pajak dan retribusi sektor pertambangan dan perkebunan skala korporasi, termasuk Pajak Air Permukaan. Penguatan BUMD di sektor pangan, pakan ternak, dan pengolahan kelapa sawit.
Peningkatan investasi dan daya beli masyarakat melalui penguatan sektor riil seperti pertanian, perkebunan, UMKM, pasar, dan investasi swasta.
Penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan sektor swasta untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar, termasuk pemanfaatan CSR dan dukungan program nasional.
"Dengan strategi pembangunan itu, Dharmasraya optimistis dapat menjaga tren positif pembangunan dan menjawab tantangan fiskal ke depan,"tegas Bupati Annisa.(Irman Kuto/*)
Kinerja Pembangunan Dharmasraya Diapresiasi Pemprov Sumbar Geliat Ekonomi 2025 Lampaui Rata-Rata Provinsi