KabaSumbar – Di tengah era digital yang sarat dengan konten visual, perangkat kamera yang mampu menghadirkan perspektif unik sangat diminati. Salah satu pelopor di bidang ini adalah JK Liu, pendiri perusahaan teknologi asal Tiongkok yang berada di balik merek Insta360. Melalui kerja keras dan inovasi tiada henti, Liu kini meraih predikat miliarder setelah perusahaannya sukses melantai di bursa saham.
Pada 11 Juni 2025, Insta360 mencatatkan pencapaian gemilang di Pasar STAR Shanghai, bursa yang dikenal sebagai versi Nasdaq-nya Tiongkok. Saham perusahaan langsung melesat hingga 285% pada hari pertama perdagangan, dengan kapitalisasi pasar yang sempat menembus angka US$10 miliar. Liu, sambil memegang kamera Insta360 X5, membunyikan bel pembukaan bursa simbol keberhasilan generasi muda yang membawa terobosan teknologi ke panggung utama pasar modal.
Baca juga: PT Indolife Pensiontama: Mengukuhkan Stabilitas Keuangan melalui Program Asuransi Inovatif
Perjalanan Awal: Dari Mahasiswa Teknologi hingga Inovator
Liu Jingkang, atau akrab disapa JK Liu, lahir di Guangdong tahun 1991. Sejak dini, ketertarikannya terhadap teknologi telah membawanya menjadi mahasiswa yang menonjol di Universitas Nanjing. Salah satu kisah uniknya adalah ketika ia berhasil menebak nomor telepon CEO perusahaan teknologi Qihoo 360 dengan cara menganalisis suara tombol pada panggilan telepon, aksi cerdas yang langsung membuatnya terkenal.
Meski menerima berbagai tawaran dari perusahaan ternama, Liu memilih jalan berbeda. Ia memilih merintis bisnis sendiri, bahkan saat masih berkuliah. Berbekal dana pinjaman dari ayahnya sebesar 15 juta yuan, ia memulai startup pertamanya pada 2013, yang menyediakan layanan siaran langsung multikamera untuk acara kampus.
Titik Balik: Ketertarikan pada Realitas Virtual
Dari pengalamannya mengelola layanan live streaming, Liu mulai menemukan ketertarikan baru: Virtual Reality (VR). Ia merasa tertantang setelah mencoba perangkat Google Cardboard dan melihat cuplikan video 360° dari luar negeri. Ia kemudian menyadari bahwa masa depan penceritaan akan bergeser ke arah pengalaman visual yang mendalam dan menyeluruh.
Atas dasar inilah, pada 2015, Liu mendirikan perusahaan Shenzhen Arashi Vision Co., Ltd. dan memperkenalkan Insta360 sebagai merek produknya. Misinya adalah memungkinkan siapa pun mendokumentasikan kehidupan dari sudut pandang 360 derajat, dengan cara yang mudah dan menarik.
Rintangan Awal dan Keberanian Mengambil Risiko
Merancang kamera VR dari nol tentu tidak mudah. Liu dan tim kecilnya menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal produksi perangkat keras. Ia kemudian memindahkan operasional ke Shenzhen, wilayah yang dikenal sebagai pusat elektronik di Tiongkok, demi mencari dukungan rantai pasok yang lebih kuat.
Pada akhir 2015, Insta360 merilis produk perdananya kamera profesional berbasis VR bernama “4K Beta”. Produk ini tidak ditujukan untuk pasar konsumen langsung, melainkan untuk disewa dalam acara besar seperti pesta atau pernikahan. Meski sederhana, langkah ini menunjukkan arah jelas yang diambil Liu: menjadi pelopor dalam dunia pencitraan panorama.
Masuknya Investor dan Strategi Hemat Modal
Perjalanan Liu menarik perhatian banyak investor. Salah satunya adalah IDG Capital, yang kemudian memimpin pendanaan tahap awal sebesar US$1 juta pada Maret 2015. Mereka terkesan dengan kombinasi kemampuan teknis dan eksekusi cepat yang dimiliki Liu.
Menariknya, Liu memilih pendekatan konservatif dalam pengelolaan dana. Selama lima tahun, total modal yang ia kumpulkan tidak lebih dari 500 juta yuan. Hal ini memungkinkan dirinya mempertahankan kendali mayoritas atas perusahaannya, sambil fokus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Menuju Sukses Global: Kamera 360 untuk Semua Kalangan
Seiring waktu, Insta360 terus mengembangkan berbagai produk kamera 360° untuk beragam kebutuhan baik profesional maupun kasual. Inovasi demi inovasi diluncurkan, termasuk lini produk konsumen seperti kamera aksi portabel yang bisa digunakan oleh siapa pun.
Saat akhirnya Insta360 mencatatkan sahamnya di bursa, hasilnya langsung mencuri perhatian. Dengan lonjakan nilai saham dan valuasi miliaran dolar, Liu resmi masuk dalam jajaran miliarder muda di Tiongkok. Menurut Forbes, nilai kekayaan Liu kini mencapai US$2,6 miliar, atau sekitar Rp42,6 triliun.
Kisah JK Liu membuktikan bahwa keberhasilan besar bisa dimulai dari ide sederhana dan keberanian untuk mengambil jalan yang tidak umum. Ia bukan hanya pengusaha sukses, tetapi juga simbol generasi muda yang berani bermimpi besar dan mewujudkannya.
Dari ruang kampus hingga lantai bursa, dari proyek iseng hingga teknologi canggih, perjalanan Liu adalah pengingat bahwa inovasi lahir dari keingintahuan, semangat, dan konsistensi dalam menjalani visi. Insta360 kini tidak hanya sekadar produk kamera, tetapi juga representasi dari evolusi penceritaan visual masa depan.
Baca juga: AI Google Kian Canggih, Nasib Website di Ujung Tanduk?

Facebook Comments