Beranda Hukum Jaksa Tuntut PPK dan Rekanan Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu UINSU 4 Tahun...

Jaksa Tuntut PPK dan Rekanan Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu UINSU 4 Tahun Penjara

jaksa
MEDAN | kabasumbar.net – Jaksa Penuntut Umum, Hendri Edison tuntut dua  terdakwa kasus korupsi pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Tahun 2008 selama 4 tahun penjara, karena merugikan negara Rp10,3 miliar. Tuntuan itu disampaikan dalam sidang Pegadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, yang digelar di ruang Cakra 2  , Kamis, (11/11/2021).

Jaksa dalam tuntutannya juga menuntut kedua terdakwa membayar denda masing-masing sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu dalam tuntutan Jaksa menyatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana  korupsi sebagaimana termuat dalam Pasal 3 jo Pasal 18 dari Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Untuk kedua terdakwa yakni eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan itu Syahruddin Siregar dan Direktur PT Multikarya Bisnis Perkasa, Joni Siswoyo selaku rekanan.

Sementara untuk tuntutan terhadap eks Rektor UIN Sumut Saidurahman baru akan dibacakan pada Senin (15/11) mendatang.

“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata JPU Hendri dalam persidangan secara teleconfrence.

Jaksa Penuntut Umum menyatakan perbuatan kedua terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang saat ini gencar memberantas korupsi. Hal yang meringankan terdakwa tidak pernah dihukum.

Usai mendengarkan nota tuntutan dari penuntut umum, majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara menunda persidangan hingga sepekan mendatang dengan agenda mendengarkan pembelaan dari terdakwa.

Sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU Robetson Pakpakhan dan Hendri Edison disebutkan kasus ini bermula pada tahun anggaran 2018 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mendapat anggaran berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : SP-DIPA-025.04.2.424007/2018 untuk pembangunan gedung perkuliahan terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang dananya bersumber dari dana APBN Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nominal pagu anggaran sebesar Rp.50.000.000.000.

Terungkap juga eks Rektor Saidurahman meminta agar panitia pelelangan proyek pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Kampus II UIN Sumut memenangkan PT Multikarya Bisnis Perkasa untuk melaksanakan proyek itu.

“Bahwa untuk merealisasikan hal tersebut, saksi Marudut SE menemui Ketua Pokja saksi Rizki Anggraini meminta bantuannya agar mau bekerjsama agar dalam proses lelang, panitia Pokja memenangkan perusahaan PT Multikarya Bisnis Perkara yang akan melaksanakan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu,”sebut JPU Robetson dalam persidangan yang digelar secara virtual itu.

Singkat cerita, Panita Pokja pembangunan akhirnya memenangkan PT Multikarya Perkasa dengan dengan nilai kontrak Rp44.973.352.461. Namun belakangan, pembangunan gedung itu kemudian mangkrak dan berpotensi merugikan keuangan negara sesuai hasil audit kerugian negara yaitu sebesar Rp10.350.091.337,98 (Rp10,3 miliar). (SGL)

Facebook Comments

Artikulli paraprakMas Mi’in : Podang Juaro
Artikulli tjetërPelayanan Kesehatan Merupakan Harapan Anak Nagari