KabaSumbar – Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, turnamen sepak bola paling ambisius abad ini, resmi dimulai pada 15 Juni di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat.
Kompetisi selama 29 hari hingga 14 Juli ini mempertemukan 32 tim terbaik dunia dalam 63 pertandingan, namun diwarnai kontroversi mengenai penjualan tiket, kelelahan pemain, dan sistem kualifikasi, di tengah proyeksi ekonomi besar dan antusiasme untuk aksi kelas dunia.
Jadwal dan Tempat Pertandingan
Turnamen digelar di 12 stadion di AS, termasuk Hard Rock Stadium (Miami), MetLife Stadium (East Rutherford), dan Rose Bowl Stadium (Los Angeles). Jadwal babak grup (Waktu Indonesia Barat, WIB):
- 15 Juni: Al Ahly vs. Inter Miami (16:00), Bayern Munich vs. Auckland City (08:00, 16 Juni)
- 16 Juni: PSG vs. Atlético Madrid (11:00), Palmeiras vs. Porto (14:00), Botafogo vs. Seattle Sounders (18:00)
- 17 Juni: Chelsea vs. LAFC (11:00), Boca Juniors vs. Benfica (14:00), Flamengo vs. Espérance Sportive de Tunis (17:00), Fluminense vs. Borussia Dortmund (08:00, 18 Juni)
- 18 Juni: River Plate vs. Urawa Red Diamonds (11:00), Ulsan HD vs. Mamelodi Sundowns (14:00), Monterrey vs. Inter Milan (17:00), Manchester City vs. Wydad AC (08:00, 19 Juni)
- 19 Juni: Real Madrid vs. Al-Hilal (11:00), Pachuca vs. Red Bull Salzburg (14:00), Al Ain vs. Juventus (17:00)
Babak knockout dimulai pada 28 Juni, dengan final pada 14 Juli pukul 11:00 WIB. FIFA menghapus laga perebutan tempat ketiga untuk mengurangi jumlah pertandingan.
Baca Juga : Timnas Indonesia Resmi Tembus Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia
Potensi Ekonomi dan Tantangan Penonton
FIFA memproyeksikan kontribusi $21,1 miliar untuk PDB global, dengan $9,6 miliar di AS, dan hadiah total $1 miliar, di mana juara berpotensi menerima $125 juta.
Hak siar diberikan kepada DAZN, yang menayangkan semua pertandingan secara gratis, menghasilkan $1,05 miliar, menurut AFP Desember 2024. Di India, laga disiarkan melalui aplikasi dan situs FanCode serta kanal Eurosport TV untuk pertandingan tertentu.
Namun, penjualan tiket menjelang pembukaan menunjukkan penurunan harga drastis, seperti $69 untuk Inter Miami vs. Al Ahly, $61 untuk PSG vs. Atlético Madrid, dan $41 untuk Boca Juniors vs. Benfica.
Sistem harga tiket dinamis di AS memungkinkan pembelian lebih murah di menit terakhir, tetapi harga awal yang tinggi dan fakta bahwa tim hanya mewakili segmen populasi tertentu diduga mengurangi minat penonton.
Baca Juga : Solusi Tepat Hadapi Krisis Finansial dan Kesehatan di 2025
FIFA memperkirakan kehadiran stadion mencapai 3,7 juta orang, namun ketersediaan tiket di Ticketmaster menimbulkan keraguan akan target tersebut.
Kelelahan Pemain dan Kontroversi Kalender
Jadwal padat menjadi sorotan, terutama bagi pemain klub top seperti Bradley Barcola dari PSG, yang mencatat 3.643 menit dalam 58 pertandingan musim lalu. Klub Eropa seperti Real Madrid dan Manchester City rata-rata memainkan 50 pertandingan setahun, ditambah 10–12 laga internasional untuk pemain tim nasional.
“Saya akan senang bermain di turnamen seperti ini … meskipun pasti akan mengurangi hari libur saya,” canda legenda Brasil Ronaldo Nazário pada Desember 2024.
Baca Juga : Apakah Fitur Voice Chat Group WhatsApp Ulah Hacker?
“Saya pikir kita semua perlu bicara dan menemukan solusi untuk kalender. Banyak pemain mengeluh, ada banyak cedera, dan tuntutannya sangat tinggi. Kita perlu menghormati dan mendengarkan para pemain,” tambahnya.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan kepada CNN Sports pada April 2025, “Kami sangat berhati-hati dengan kalender dan kesehatan pemain. Kami ingin melakukan segalanya agar pemain dalam kondisi terbaik untuk tampil maksimal … dan itulah yang banyak pemain katakan kepada saya, mereka ingin bermain daripada berlatih, bukan?”
Kritik terhadap Sistem Kualifikasi
Sistem kualifikasi turnamen menuai kritik karena mengesampingkan tim papan atas seperti Liverpool (juara Liga Inggris) dan FC Barcelona (juara La Liga).
Chelsea lolos sebagai juara Liga Champions 2021, meski finis ke-12 di Liga Inggris 2022/2023, keenam pada 2023/2024, dan keempat pada musim terbaru, dengan skuad yang sangat berbeda dari empat tahun lalu.
Baca Juga : Scale AI Resmi Diakuisisi 49% oleh Meta Senilai Rp232 Triliun
Harapan Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Meski diwarnai kontroversi, Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 merupakan taruhan besar FIFA untuk menciptakan kompetisi global yang prestisius. Real Madrid, dengan lima gelar, adalah tim tersukses dalam sejarah turnamen, diikuti Manchester City sebagai juara 2023.
Ke depan, klub mungkin akan menambahkan bintang pada jersey mereka untuk menandakan gelar juara dunia, memicu debat di kalangan penggemar tentang klub terbesar di dunia.
Bagi tim Amerika Latin seperti Boca Juniors, Flamengo, dan River Plate, turnamen ini menghidupkan kembali semangat Intercontinental Cup, di mana mereka berpeluang menantang raksasa Eropa, meski format baru membuat tugas tersebut semakin sulit.
Dengan kehadiran bintang seperti Lionel Messi, Edinson Cavani, dan Salomón Rondón, turnamen ini menjanjikan aksi sepak bola kelas dunia yang patut dinantikan.
Baca Juga : Kontroversi AFC Tetapkan Tuan Rumah Round 4 Kualifikasi Piala Dunia

Facebook Comments