Beranda Peristiwa Insiden Pemukulan Wartawan oleh OTK di Rumah Gadang Pua Data, Koto Tinggi....

Insiden Pemukulan Wartawan oleh OTK di Rumah Gadang Pua Data, Koto Tinggi. Koodinator PakSa Buang Badan ?

Limapuluh Kota | Kaba Sumbar- Insiden pemukulan oknum OTK kepada wartawan Kabar Media Group, di di rumah Gadang Pua Data, Suliki Kab. Limapuluh Kota, Minggu, 19/12 pada acara Palanta Aksi Sosial ( PakSa ), yang dipimpin Ferizal Ridwan, mantan Wabup Limapuluh Kota, buang badan ?

Koordinator Palanta Aksi Sosial ( P’akSa ), Ferizal Ridwan, menyikapi insiden pemukulan wartawan oleh OTK pada jamuan makan siang di rumah gadang Pua Data, Koto Tinggi Kec. Gunuang Omeh Limapuluh Kota, Minggu, 19/12 kemaren,

“Menurut saya, mari kita saling introspeksi diri, dan itu berawal dari miskomunikasi dan salah persepsi saja, dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan jika saling membuka diri untuk memahami,” sebut Ferizal Ridwan.

Dilanjutkan Ferizal, ” istilah OTK itu saya rasa kurang tepat sebab beliau pelaku pemukulan itu keluarga rumah gadang dan keluarga itu memfasilitasi dan mengundang kita makan siang.

“Sayangnya Benpi, dan Edwar wartawan Dekadepos yang salah komunikasi, padahal saya berada di situ dan mestinya ke saya dikomunikasikan. Jadi intinya saya berharap mari kita cari jalan baiknya,” ujarnya.

Ferizal Ridwan, ” saya mohon maaf, atas insiden tersebut , dan mohon maaf selaku koordinator Aksi, dan berharap persoalan itu, mari diakhiri dengan saling memaafkan.

Namun ketika media pancing, seyogyanya kita sama tau dengan karakter Benpi. Tapi apakah pantas jika benar Dodi tersebut tuan rumah, bisa sajamemperlakukan Benpi, atas undangan P’akSa. Juga suka tidak suka benar wartawan payakumbuhpos.com yang turut ingin meliputi kegiatan sosial P’aksa, apakah dibenarkan perlakuan semena- mena dari tuan rumah. Sementara media juga melihat Benpi diusir/ ditolak dari belakang dan mengeluarkan kata kotor oleh Dody, desak media.

Buya Ferizal Ridwan, “saya rasa dan kira tidak sejauh itu. Kita khan saling punya kelemahan, jadi sebaiknya mari kita buka pintu maaf dan saling intropeksi diri. makanya karena saya selaku koordinator aksi kemaren mohon maaf dan berharap Kita jalin silaturahim yang baik dan kuat, pintanya.

Lanjut media, kepada Ferizal Ridwan, apakah Insiden kemaren tidak sebuah sikap pelecehan dan pelanggaran hukum tuan rumah kepada tamu. Soalnya terlepas kita punya kekurangan. Namun media yang juga hadir dan monitor diluar rumah gadang, tidak melihat action/ persuasif Buya selaku koordinator aksi kemaren ?.

Buya Ferizal Ridwan terkesan meradang, ” Maaf, saya bukan tidak persuasif dan tidak peduli, yang paling berat dipermalukan kemaren itu adalah saya, demikian kilahnya.

Mantan Wakil Bupati itu, terkesan cari dalih, sebutkan bahwa sebelum ke rumah gadang tersebut, ketika kami bertemu bersamaan jumpa gubernur Sumbar, dan pas tiba dirumah gadang itu, telah saya katakan ke Benpi atas permintaan atribut P’aksa yang telah dijanjikan belum siap yang ukuran XL. Sebab baju yang ada ukuran M saja. ” Telah dua kali ambo jelaskan.

Tiba- tiba ketika dimeja makan Benpi berantam dengan Edwar wartawan Dekadepos.com, gara gara baju yang saya telah jelaskan. Sembari paparkan, “maaf, ambo telah dua kali dipermalukan atas sikap Benpi tersebut.

Soalnya, kata Buya Ferizal, kejadian yang sama sebelumnya Benpi itu pernah berantam dengan Mardi ( tidak dijelas Mardi yang mana ), soal posisi duduk di mobil, waktu acara aksi sosial di Galugua, Kec. Kapur IX Limapuluh Kota, kesalnya sarankan menurut ammbo marilah kita saling introspeksi diri dan saling memaafkan.

Korban pemukulan OTK sedang di visum

Adalah Arben Masri alias Ben Pitopang, wartawan Payakumbuh pos.com ( Kabar Media Gruop ) wilayah liputan Limapuluh Kota- Payakumbuh, Sumatera Barat, benar ada terjadi insiden kesalah pahaman dengan sesama rekan rombongan wartawan diatas rumah gadang, tiba- tiba muncul orang tak dikenal ( OTK ), disebutkan, Dody usir Benpi sembari hadiahkan bogem mentah kewajah wartawan.

Usai insiden pengusiran Benpi oleh Dody, dari informasi sumber yang media juga turut hadir di sekitar TKP, bahwa oknum orang bagai tersebut adalah adik pemilik rumah Gadang, Ny. Yeni Fetra isteri Mukhtaruddin, mantan bupati Anambas Kepri ).

Ben Pitopang, usai perlakuan main hakim orang bagak, katanya tuan rumah, karena tidak terlihat inisiatif Buya Ferizal Ridwan, selaku Koordinator aksi sosial dari P’aksa redam situasi baik pasca terjadinya salah paham dengan sesama rekan wartawan dan peristiwa pemukulan disertai pengusiran dari orang bagak setempat, Ben Pitopang berinisiatif laporkan peristiwa tersebut ke Polsek Suliki dengan No. LP/K/15/XII/2021 yang ditanda tangani Bripka Khairul Ababil.

Selanjutnya, Bripka Khairul Ababil mendampingi Ben Pitopang melakukan pemeriksaan ( Visum at Revertum ) ke RSUD Akmal Darwis Suliki, dan diakui petugas medis, benar ada benjolan bekas kekerasan di bagian atas pelipis dan di pipi korban, ujar petugas medis. ( eb)

Facebook Comments

Artikulli paraprakWartawan kabarpolisi.com, Korban Penganiayaan OTK di Rumah Gadang Piliang Pua Data.
Artikulli tjetërBanjir di 3 Lokasi Pemkab Pasbar belum mampu memberikan informasi selengkapnya