Beranda Daerah Payakumbuh Gertak Sambal Komisi B DPRD Payakumbuh. Pansus PAM TIGO Masuk Angin ??

Gertak Sambal Komisi B DPRD Payakumbuh. Pansus PAM TIGO Masuk Angin ??

Payakumbuh | kabasumbar.net– Publik luas pertanyakan sikap Komisi B DPRD Kota Payakumbuh terkait, akan bentuk Pansus ( Panitia Khusus ), terkait kinerja PAM TIGO ( Perusahaan Air Minum Tirta Sago ) pasca dikomandoi Direktur Utama, Dr. Khairul Ikhwan semakin memprihatinkan itu sepertinya ” Masuk Angin ” ?.

Pasalnya, diketahui diakhir tahun tahun 2022 lalu, warga Kota Payakumbuh merasa lega serta mendukung kinerja Komisi B DPRD Kota Payakumbuh yang gencar menyoroti kinerja PAM Tirta Sago, terkait laba Perusahaan Umum Milik Daerah (BUMD) itu anjlok, hanya 50 persen dari tahun sebelumnya ( TA 2021 sebesar Rp.3 Miliar, dan bakal telorkan Pansus seputar PAM TIGO tersebut. ?

Selain itu, senada Toa Libra, sosok yang peduli Payakumbuh, senada gencarnya pertanyaan konsumen PAM Tirta Sago yang telah bertambah, namun tidak dibarengi peningkatan debit air. Artinya kini banyak keluhan konsumen ( kondisi pasokan air bersih berkurang/ mati ).

Toa Libra ( Foto. Dokumentasi )

Seperti halnya protes, Toa Libra dalam bincangnya dengan media paparkan, ” sejauh mana koar- koar Komisi B DPRD Kota Payakumbuh menyoroti kinerja PAM Tirta Sago terkait laba Perusahaan Umum Milik Daerah (BUMD) itu anjlok, hanya 50 persen dari tahun sebelumnya, curiganya.

Kekesalan juga datang dari tokoh masyarakat Kec. Payakumbuh Utara, Refidon Putra, sejauh mana realisasi seperti halnya diketahui setelah Ketua Komisi B Yendri Bodra Dt. Parmato Alam bersama Sekretaris Komisi B, Opetnawati, serta anggota Edward DF dan Ismet Harius yang melakukan rapat kerja dengan Direktur dan jajaran PAMTIGO, Senin (24/10) lalu, kesal.

Rafidon Putra ( Foto. Dokumenatasi )

Ditegaskan Refidon Putra, ihwalnya Politisi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa keuntungan PAM Tirta Sago pada 2021 tercatat sebanyak sekitar Rp3 miliar, namun pada 2022 mengalami penurunan signifikan ke angka Rp1,5 M, kok gaungnya kini hilang ditelan bumi ?, herannya.

Karena penurunan keuntungan itu jadi pertanyaan karena jumlah nasabahnya tidak berkurang, bahkan bertambah, demikian tanya Toa dan Refidon.

Harapan dua dedengkot sosok yang peduli Payakumbuh itu,  atas statemen wakil rakyat l, “kondisi memprihatin itu harus dievaluasi bersama kepala daerah secara total. Sebab dengan besarnya pendapatan pada tahun sebelumnya, daerah kita sudah bisa meningkatkan pelayanan air bersih, baik sarana dan prasarana  hingga teknisnya agar masyarakat kita terlayani dengan baik,” kata YB Dt. Parmato Alam, Senin (24/10/2022).

Juga di pertanyakan Toa dan Refidon mana janji Komisi B tersebut, yang akan membentuk Pansus PAMTIGO yang di gaung- gaungkan, ” PAMTIGO sudah harus bisa meningkatkan pendapatannya dengan telah berubahnya status perusahaan yang awalnya memiliki satu direktur saja, sekarang sudah punya tiga direktur, tanya mereka curiga.

“Peningkatan pendapatan dan pelayanan PAMTIGO harus berbanding lurus dengan perubahan status managemen perusahaan. Jumlah direktur bertambah harusnya yang lain juga bertambah. Kenapa bisa terjadi, apakah beban gaji karyawan atau hal lainnya yang tidak sesuai dengan indeks pelayanan?,” tegasnya mempertanyakan.

Ditempat terpisah, gonjang- ganjing rumor tak sedap realisasi pembentukan Pansus PAMTIGO, yang di inisiasi Komisi B DPRD Kota Payakumbuh, dituduhkan ” Masuk Angin”,  kabasumbar- net berupaya mintakan tanggapan Ketua Komisi B DPRD Kota Payakumbuh, YB Dt. Parmato Alam, SH, serta Dirut PAMTIGO, Dr. Khairul Ikhwan, hingga detik terkesan bungkam/ tidak merespon  gonjang- ganjing publik, telah terjadi ” Kesepakatan Busuk” antara Komisi B DPRD Versus PAMTIGO. ( IA )

Facebook Comments