Ratusan Ribu Warga Padang Siap Ikuti Simulasi Gempa dan Tsunami 5 November Mendatang
KabaSumbar - Pemerintah Kota Padang tengah mempersiapkan pelaksanaan latihan evakuasi bencana secara besar-besaran pada 5 November 2025. Kegiatan ini akan melibatkan lebih dari 200 ribu penduduk yang tinggal di 55 kelurahan dari delapan kecamatan yang termasuk dalam zona rawan tsunami.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya gempa besar di zona megathrust Mentawai, yang menurut para ahli berpotensi memiliki kekuatan lebih dari magnitudo 8.
Wali Kota Padang menjelaskan, kegiatan ini menjadi momen penting untuk memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai jalur evakuasi dan tindakan darurat yang perlu dilakukan saat gempa dan tsunami terjadi. œSekitar 60 persen dari total penduduk Padang berada di kawasan berisiko tinggi, sehingga kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama, ujarnya.
Pelaksanaan simulasi ini akan dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, yang bertanggung jawab terhadap jalannya kegiatan, mulai dari pengawasan rute evakuasi hingga sistem peringatan dini. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD akan berperan sebagai pusat kendali informasi dan komunikasi selama latihan berlangsung.
Sementara itu, tim SAR dan Rescue akan melakukan simulasi penyelamatan di beberapa titik strategis, didukung oleh Forum Kelompok Siaga Bencana (FKSB) serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang akan membantu edukasi kesiapsiagaan di tingkat kelurahan.
Kegiatan ini juga melibatkan unsur tenaga medis, aparat keamanan, dan relawan masyarakat. Puskesmas disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama kepada peserta simulasi, sedangkan Polri dan TNI melalui koramil setempat akan membantu pengaturan arus lalu lintas serta keamanan di area evakuasi.
Selain lembaga pemerintah, sekolah-sekolah, kampus, dan pelaku usaha juga diimbau untuk menggelar simulasi secara mandiri di lingkungan masing-masing, agar seluruh warga terbiasa menghadapi situasi darurat dengan tenang dan terarah.
Relawan dari berbagai komunitas dan mahasiswa turut terlibat sebagai pendamping dalam pelaksanaan drill, membantu memberikan edukasi serta memastikan setiap lapisan masyarakat berpartisipasi aktif.
Menjelang hari pelaksanaan, Pemko Padang bersama BPBD telah menggelar beragam kegiatan pra-drill, seperti pelatihan, workshop, dan seminar yang diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyamakan strategi dan langkah penanganan jika bencana benar-benar terjadi.
Pemerintah berharap simulasi ini dapat menjadi awal terbentuknya budaya sadar bencana di masyarakat. œTujuan utama kita bukan hanya latihan, tapi memastikan seluruh warga memiliki kemampuan bertindak cepat dan benar demi keselamatan bersama, kata Wali Kota menegaskan.