Prabowo Luncurkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih

Prabowo Luncurkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih

Oleh : Sado

KabaSumbar - Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembentukan 80 ribu unit Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kopkel) Merah Putih di Desa Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7).

œDengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini saya resmikan 80.000 Kopdes/Kopkel Merah Putih, kata Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan koperasi sebagai alat gotong royong untuk menguatkan ekonomi masyarakat kecil. Ia menganalogikan koperasi seperti seikat lidi: satu lidi lemah, tetapi bersama menjadi kuat.

œKoperasi menggabungkan kekuatan ekonomi kecil menjadi besar, mencerminkan semangat gotong royong, ujarnya.
Program ini bertujuan mempersingkat rantai distribusi dan memenuhi kebutuhan petani, peternak, serta nelayan, dengan fasilitas seperti cold storage, gerai sembako, dan unit simpan pinjam. Prabowo mengingatkan pengurus koperasi untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang diterbitkan pada 27 Maret 2025. Acara diikuti secara daring oleh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Hingga kini, 81.140 unit Kopdes/Kopkel telah terbentuk, dengan 80.081 di antaranya berbadan hukum.

Program ini melibatkan 13 kementerian, dua lembaga negara, serta kepala daerah dan desa, untuk membangun ekonomi desa, mengentaskan kemiskinan, dan memajukan pemerataan.

Sebanyak 108 koperasi percontohan disiapkan sebagai model, dengan akses pembiayaan KUR mulai 22 Juli 2025.

Kopdes Merah Putih dirancang inklusif dan modern, mendukung ketahanan pangan, mengurangi ketergantungan pada pinjaman ilegal, serta meminimalkan peran tengkulak.

Koperasi ini juga mempermudah akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui fasilitas seperti kantor koperasi, gerai sembako, simpan pinjam, klinik, apotek, cold storage, dan distribusi logistik.

Strategi pengembangan meliputi pembentukan koperasi baru, penguatan koperasi existing, dan revitalisasi koperasi yang kurang optimal, untuk mendorong usaha lokal dan kesejahteraan masyarakat desa.