Danau Singkarak Tercemar, Tumpukan Sampah Kiriman Banjir Mengotori Wajah Objek Wisata

Danau Singkarak Tercemar, Tumpukan Sampah Kiriman Banjir Mengotori Wajah Objek Wisata

Oleh : Redaktur .

KabaSumbar -  Danau Singkarak kini semakin tercemar akibat tumpukan sampah kiriman banjir dan longsor yang terjadi sejak sepekan lampau, hingga mengotori permukaan air di objek wisata tersebut.

Kondisi itu ditengarai akibat dampak bencana  Hidrometeorologi yang memuntahkan longsor dari hulu sungai-sungai besar, yang tidak hanya  meluluhlantakkan infrastuktur jalan, jembatan, kawasan pemukiman, rumah serta irigasi dan lahan pertanian produktif, danau Singkarak bahkan juga seperti disika kotoran.

Dari pantauan, ratusan kubik sampah yang hanyut dari luapan Batang Lembang dan sungai-sungai besar yang bermuara di Singkarak, membuat permukaan air mulai tersungkup sampah dan mencemari sebagian wajah destinasi wisata dermaga singkarak.

Sejauh ini, sebaran sampah hampir mencapai 20 meter dari pinggir danau. Akibatnya, selain menghasilkan aroma kurang sedap, sampah berupa serpihan kayu-kayu berbagai ukuran tersebut, bercampur dengan material plastik, dedaunan dan buah buah kelapa yang terbawa  banjir dari kawasan hulu.

Kondisi itu benar-benar nyaris menutupi permukaan air Danau. Warga nagari Singkarak menuturkan, sebaran sampah mulai semakin menumpuk sejak terjadinya banjir besar di Kabupaten Solok.
Danau Singkarak
Sampah menumpuk di pinggir danau Singkarak

Berbarengan meningginya elevasi air danau, sampah juga mulai mengotori permukaan air.

" Tumpukan sampah menutupi permukaan danau, mulai dari nagari Singkarak, Tikalak, Kacang  sampai ke Ombilin," ujar Zul, salah seorang warga Singkarak, Rabu (3/12/25) di Singkarak.

Sementara itu, Wali Jorong Talao Singkarak, Folta, menaruh harapan agar bagaimana pemerintah daerah menyikapi fenomena sampah yang menumpuk di permukaan danau.

"Bila sampah ini tidak cepat diangkat keluar permukaan danau, disangsikan akan menibulkan dampak kesehatan bagi warga dan pengunjung objek wisata danau Singkarak,"ujarnya.( Irman Kuto )