Dampak Bencana Solok Memilukan! 150 KK Warga Mengungsi Akibat Rumah Porak Poranda, Junjung Sirih Terisolasi

Dampak Bencana Solok Memilukan! 150 KK Warga Mengungsi Akibat Rumah Porak Poranda, Junjung Sirih Terisolasi

KabaSumbar Bencana Hindrometeorologi yang memicu banjir dan longsor di kawasan Kabupaten Solok, menimbulkan kerusakan luar biasa terhadap infrastruktur dan rumah penduduk.

Becana banjir dan longsor yang mengarah ke musibah galodo, mengakibatkan 16 Nagari pada 9 wilayah Kecamatan di Kabupaten Solok menjadi berantakan.

Å"Sebanyak  1.195 KK  penduduk dengan jumlah 5.420 jiwa terkena dampak bencana. 150 KK dengan 930 jiwa diantaranya mengungsi, ungkap Wakil Bupati (Wabup)  H. Candra.

Dijelaskan, bencana banjir dan longsor juga mengakibatkan sebanyak 62 unit rumah masyarakat  rusak berat, 229 rusak sedang dan 412 rusak ringan serta yang terendam air besar mencapai 184 unit.

Kemudian sebanyak  7 unit fasilitas pendidikan.  1 unit  perkantoran, 3 unit kios, 6 unit irigasi dan 14 unit fasilitas ibadah mengalami kerusakan.

Å" Infrastruktur jembatan 11 unit, ratusan  hektar lahan persawahan juga mengalami kerusakan,ujar Wabup Candra..

Data tersebut dikeluarkan Wabup Candra ketika menggelar jumpa pers bersama Ketua DPRD  Ivoni Munir, Kapolres  Arosuka AKBP Agung Pranajaya, S.I.K, Wakapolres Solok Kota Kompol Aliman, Dandim 0309 Letkol Kav. Sapta Raharja, Sekda Medison, serta jajaran lainnya, Sabtu (29/11) di Kotobaru.

Lahan
Hamparan lahan pertanian dan jalan menyatu menjadi padang tanah yang mulai mengeras

Akses Terputus

Lebih jauh, Wabup Candra mengungkap, akibat bencana alam tersebut,  masih ada belasan Jorong pada  6 Nagari  yang masih terisolasi karena jembatan ambruk dan akses jalan yang terputus pasca bencana alam.

Jorong yang terancam terisolasi adalah, Muaro Busuk di Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Jorong Sawah Sudut di Nagari Salayo Kecamatan Kubung, semua Jorong di Nagari Muaro Pingai dan 3 Jorong di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih.

Kemudian Jorong di Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek Kecamatan Danau Kembar dan Jorong Ujung Ladang di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak.

Candra menyebut,  untuk melakukan pengecekan lokasi terdampak,  pihaknya harus berjalan kaki menyusuri genangan air di sekitar sungai. Bahkan Ketika menuju Muaro Pingai, Wabup Candra mengaku  harus melewati jembatan yang tergenang aliran air deras menggunakan tali pengaman yang dipasang warga.

Dikatakan, untuk saai ini Nagari Paninggahan dan Muaro Pingai, kecamatan Junjung Sirih menjadi nagari terisolasi karena akses jalan terputus.

Å"Dari Saniangbaka tidak bisa ditembus, dari Malalo jembatannya putus. masyarakat sangat menderita dan cukup terdampak cukup parah. Semua arah masuk tertutup untuk penyaluran bantuan,ungkapnya.

Bencana galodo  yang telah mengubah sebagian wajah  wilayah Kabupaten Solok menjadi hamparan padang basah,  berdampak besar terhadap infrastruktur sarana dan prasarana umum dan juga ribuan rumah masyarakat.

Pemkab Solok terus berupaya  memastikan pasokan logistik diterima ribuan masyarakat untuk kebutuhan harian.

Bersama Forkopimda,TNI/Polri, dan unsur relawan serta warga masyarakat lainnya, Pemkab Solok berjuang mendistribusikan bantuan  sembako untuk masyarakat terdampak bencana melalui jalur danau dengan menggunakan sampan dan speed boat.

Khusus bantuan untuk masyarakat terdampak di Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan,  bantuan makanan didistribusikan  petugas gabungan TNI dan Polri  serta relawan menyeberangi danau Singkarak.

Kata  Wabup Candra,  belasan ribu porsi makanan disediakan dengan  menggandeng sejumlah Dapur SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Solok.

Sejauh ini sudah 15 ribu lebih porsi makanan yang disalurkan oleh Dapur SPPG ungkap Wabup Candra. ( Irman Kuto )

Bupati Solok Wabup Candra Bencana Banjir Junjung Sirih Paninggahan Galodo Rumah Rusak Penduduk Mengungsi Memilukan