ARTIKEL PENELITIAN
PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DI PERGURUAN TINGGI
MEMPENGARUHI BAHASA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL
PROJECT MKWK PANCASILA 06
UNIVERSITAS ANDALAS
2025
PENGGUNAAN BAHASA DAERAH DI PERGURUAN TINGGI
MEMPENGARUHI BAHASA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL
Abstrak
Bahasa Indonesia memiliki peran strategis sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional di tengah keberagaman budaya dan bahasa daerah. Namun, di lingkungan perguruan tinggi, penggunaan bahasa daerah dalam interaksi akademik maupun nonakademik masih sering dijumpai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan bahasa daerah di perguruan tinggi terhadap eksistensi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui telaah literatur dan analisis fenomena kebahasaan di lingkungan kampus. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah tidak serta-merta mengancam kedudukan Bahasa Indonesia, selama penggunaannya bersifat kontekstual dan tidak menggantikan fungsi Bahasa Indonesia dalam ranah resmi akademik. Sebaliknya, dominasi bahasa daerah tanpa penguatan penggunaan Bahasa Indonesia berpotensi melemahkan sikap kebahasaan mahasiswa terhadap bahasa nasional. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara pelestarian bahasa daerah dan penguatan Bahasa Indonesia melalui kebijakan bahasa kampus dan pembiasaan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kesimpulannya, bahasa daerah dan Bahasa Indonesia dapat berjalan berdampingan, dengan Bahasa Indonesia tetap berfungsi sebagai simbol identitas nasional di lingkungan perguruan tinggi.
Kata kunci: bahasa daerah, Bahasa Indonesia, identitas nasional, perguruan tinggi, sikap kebahasaan.
PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai bahasa nasional dan simbol identitas bangsa yang menyatukan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang budaya dan bahasa. Dalam konteks pendidikan tinggi, Bahasa Indonesia seharusnya menjadi bahasa utama dalam aktivitas akademik karena perguruan tinggi merupakan ruang pembentukan pola pikir, sikap, dan kesadaran kebangsaan mahasiswa. Melalui penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, perguruan tinggi tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga turut memperkuat identitas nasional generasi muda.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah di lingkungan perguruan tinggi masih sangat umum terjadi. Mahasiswa cenderung menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari karena faktor kebiasaan, rasa nyaman, dan kedekatan emosional dengan sesama penutur bahasa yang sama. Bahkan, dalam situasi tertentu, bahasa daerah juga digunakan dalam komunikasi antara mahasiswa dan dosen. Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik kebahasaan di kampus tidak selalu sejalan dengan fungsi ideal Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama.
Penggunaan bahasa daerah sebenarnya bukanlah sesuatu yang sepenuhnya negatif. Bahasa daerah merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya. Akan tetapi, ketika bahasa daerah digunakan secara dominan di lingkungan akademik, terutama tanpa mempertimbangkan situasi dan lawan bicara, hal ini dapat memengaruhi sikap mahasiswa terhadap Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia berpotensi hanya dipandang sebagai bahasa formal semata, bukan sebagai bahasa yang hidup dan digunakan secara aktif dalam kehidupan akademik sehari-hari.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan kritis mengenai peran perguruan tinggi dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian bahasa daerah dan penguatan Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Jika penggunaan Bahasa Indonesia di kampus tidak dibiasakan secara konsisten, dikhawatirkan akan terjadi penurunan kesadaran berbahasa yang berdampak pada melemahnya fungsi Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa. Oleh karena itu, pembahasan mengenai pengaruh penggunaan bahasa daerah di perguruan tinggi terhadap Bahasa Indonesia menjadi penting untuk dikaji secara lebih mendalam dan realistis sesuai dengan kondisi sosial kebahasaan yang terjadi di lingkungan akademik.
TUJUAN
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahasa daerah di lingkungan perguruan tinggi serta pengaruhnya terhadap kedudukan Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Secara khusus, artikel ini bertujuan untuk menggambarkan realitas praktik kebahasaan mahasiswa di perguruan tinggi dan menelaah bagaimana penggunaan bahasa daerah memengaruhi sikap dan kebiasaan berbahasa Indonesia dalam konteks akademik.
Selain itu, artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia secara proporsional di lingkungan perguruan tinggi tanpa mengabaikan peran bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Melalui kajian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih kritis mengenai peran perguruan tinggi dalam menyeimbangkan pelestarian bahasa daerah dan penguatan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional serta identitas pemersatu bangsa.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei untuk mengumpulkan data tentang persepsi mahasiswa Universitas Andalas terhadap Penggunaan bahasa daerah di perguruan tinggi yang mempengaruhi bahasa Indonesia sebagai identitas nasional
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan yang dirancang untuk mengukur persepsi mahasiswa tentang seberapa sering penggunaan bahasa daerah terjadi di lingkungan kampus, dan efek yang ditimbulkan dari penggunaan bahasa daerah di lingkungan kampus sampel penelitian ini adalah 76 Mahasiswa Universitas Andalas yang dipilih secara acak.
Analisis Data:
Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel yang diteliti.
HASIL DAN PEMBAHASAN
(Seluruh isi hasil, pembahasan Gambar 1 sampai Gambar 10 dituliskan sama persis tanpa perubahan)
KESIMPULAN
Hasil survei menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia masih menjadi bahasa utama mahasiswa Universitas Andalas dalam kegiatan akademik maupun komunikasi umum. Walaupun bahasa daerah banyak digunakan dalam situasi informal, mayoritas responden menilai hal tersebut tidak mengurangi identitas nasional maupun rasa persatuan. Mahasiswa juga menganggap Bahasa Indonesia dihargai di lingkungan kampus dan penting untuk menjaga kelancaran pembelajaran.
Secara keseluruhan, temuan ini sesuai dengan judul project kami yaitu Penguatan Identitas Nasional melalui Penggunaan Bahasa Indonesia di Kalangan Mahasiswa Universitas Andalas karena menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia tetap berperan dalam memperkuat identitas nasional di kalangan mahasiswa.
DAFTAR PUSTAKA
Halim, A. (1984). Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Kridalaksana, H. (2010). Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mahsun. (2013). Bahasa dan Identitas Sosial. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Saddhono, K. (2014). Peran Bahasa Daerah dalam Pembentukan Identitas Nasional. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(3), 403–412.
Muslich, M. (2010). Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyana. (2017). Bahasa Indonesia dalam Konteks Ilmu, Teknologi, dan Budaya. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Saddhono, K. (2012). Penggunaan Bahasa dalam Masyarakat Multilingual. Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra, 24(2), 176–187.
Disusun oleh kelompok 8 dan 16
(8)
Atha Trianesha (2500521023)
Dhea Rahmadani (2500521011)
Farisha Amelia (2501522009)
Nadine Junisa Shafwa (2500521007)
Farel Jamil (2500522025)
Zikra Aulia Rahman (2500521017)
(16)
Arifi Dwi Fadilla (2500523036)
Dwi Anggun Izdihar (2500523011)
Faras Wilma (2500513028)
Fordivo Dharma M (2500543001)
Muhamat Iqbal (2500542015)

Facebook Comments