BerandaDaerahArisal Aziz Melangkah dalam Diam, Mengabdi Tanpa Gimmick

Arisal Aziz Melangkah dalam Diam, Mengabdi Tanpa Gimmick

 

KabaSumbar – Di tengah gemuruh politik yang kerap diwarnai pencitraan dan manuver publik, Arisal Aziz tampil dengan pendekatan berbeda. Anggota DPR RI dari Fraksi PAN yang duduk di Komisi XIII ini lebih dikenal karena konsistensinya dalam bekerja senyap dan memberikan hasil nyata ketimbang sorotan media.

Putra asli Kampuang Dalam, Padang Pariaman ini dikenal sebagai pendiri Indah Group dan memiliki gaya kepemimpinan yang cenderung menjauhi hingar-bingar politik. Dalam sebuah wawancara khusus yang digelar Senin (2/6), Arisal membuka diri menjelaskan arah politiknya, termasuk dinamika internal PAN Sumbar serta sikapnya menjelang Pilkada 2029.

Arisal Aziz & Muswil PAN

Menanggapi kabar bahwa dirinya tidak diundang dalam Musyawarah Wilayah PAN Sumatera Barat namun justru dipilih langsung oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Arisal merespons tenang.

“Memang saya tidak hadir, karena tidak diundang. Tapi Ketua Umum memanggil saya langsung. Barangkali beliau butuh sosok yang tidak mengejar jabatan, tapi siap bekerja dengan tulus,” ujarnya.

Baca Juga : Jadwal Laga Manny Pacquiao vs Barrios, Berikut Fakta Wajib Kamu Ketahui

Dijegal Tapi Tak Tergoyahkan

Langkah Arisal menuju Senayan tidak mudah. Beragam tekanan dan upaya penghalangan sempat ia alami. Namun, dia tidak membalas serangan dengan cara serupa.

“Saya memilih diam. Tak perlu saling serang. Bila memang ini jalan dari Tuhan, maka saya yakin akan sampai,” katanya kalem.

Bagi Arisal, yang bekerja demi rakyat akan terlihat dari hasil, bukan dari sorotan kamera. “Saya tahu siapa yang benar-benar berjuang untuk rakyat, dan siapa yang hanya memanfaatkan jabatan,” tambahnya.

Politik Bukan Jalan Mencari Uang

Ketika ditanya motivasinya terjun ke dunia politik, Arisal menjawab lugas, “Saya tidak mencari penghasilan dari politik. Bisnis keluarga saya sudah cukup. Di DPR, saya tidak mengambil sepeser pun dari gaji dan tunjangan. Itu saya salurkan untuk para pemandi jenazah di kampung saya.”

Baca Juga : Sentimen RUPST Tekan Saham ADRO, Harga Merosot Tajam!

Bantuan sosial lainnya, seperti ambulans dan beras gratis, dibiayai melalui keuntungan bisnis keluarga. Bagi Arisal, pengabdian harus nyata, bukan sekadar narasi di panggung politik.

Sinkron dengan Slogan PAN: Bantu Rakyat

“Slogan PAN itu ‘Bantu Rakyat’, dan saya jalankan itu melalui program konkret. Bukan sekadar pidato di podium. Rakyat yang sakit harus dibantu. Anak yatim harus diperhatikan. Itulah inti kerja kami,” jelasnya.

Membangun Harapan lewat Akademi Sepakbola Pesantren

Tak hanya fokus pada sosial dan kesehatan, Arisal juga mendirikan Josal Football Academy, akademi sepakbola berbasis pesantren pertama di Sumbar. Tujuannya bukan hanya mencetak atlet, tetapi juga membentuk karakter anak muda lewat pendidikan agama.

“Banyak anak suka bola, tapi keluarganya tak mampu. Di akademi ini, mereka bisa belajar gratis asalkan mau menghafal juz 30 Al-Qur’an,” terangnya.

Baca Juga : Timnas Indonesia Terpukul, 5 Pilar Absen Jelang Duel Lawan China

Solutif Tanpa Populisme

Arisal menyadari langkah-langkahnya tidak selalu populer. Namun, ia lebih memilih mencari solusi ketimbang mengejar sorotan.

“Saya tidak harus jadi menteri atau ketua ini-itu. Selama bisa mengabdi dan membantu, itu sudah cukup. Yang penting bukan panggung, tapi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dekat dengan Rakyat, Bukan di Atas Rakyat

Baginya, seorang wakil rakyat harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat kampanye.

“Kalau rakyat antre beras, kita tidak bisa duduk di hotel bahas kemiskinan. Kita harus turun langsung. Dengar dan bantu. Itulah politik yang seharusnya,” tegasnya.

Baca Juga : Telkom Umumkan Buyback Saham Rp3 T dan Dividen Raksasa Rp21 T

Sunyi Tapi Dilirik Banyak Pihak

Meski selama ini dikenal minim pencitraan, dukungan terhadap Arisal kian meningkat. Namun ia enggan larut dalam euforia.

“Dukungan yang datang saya terima dengan syukur, tapi saya jaga jarak dari godaan kekuasaan. Kuasa itu amanah, bukan alat pamer,” ucapnya dengan mantap.

Bekerja Meski Tanpa Sorotan

Mengakhiri wawancara, Arisal menegaskan bahwa ia akan terus bekerja untuk masyarakat, meski tanpa pujian atau sorotan media.

“Saya tidak butuh panggung. Selama rakyat tahu saya ada dan terus bekerja, itu sudah cukup,” tutupnya.

Dalam era di mana banyak politisi sibuk membangun citra, Arisal Aziz justru menunjukkan bahwa kerja nyata dalam kesunyian bisa lebih menyinari. Sebab pengabdian tak harus selalu bersuara keras, kadang cukup dengan langkah yang pasti dan niat yang tulus.

Baca juga:Raih Keamanan Finansial, Manfaat Asuransi Jiwa di Setiap Langkah Hidup

Facebook Comments

- Advertisement -
- Advertisement -