KabaSumbar – Hari ini, nagari Supayang, kecamatan Payung Sekaki, agak identik dengan “tambang ameh””, karena wilayah hutan adat di tenggara Kabupaten Solok, Sumatera Barat itu, memang banyak mengandung deposit emas.
Namun pelan-pelan, ke depan, Nagari Supayang akan dikenal sebagai penghasil buah Durian premium jenis Musang King. Gejala perubahan icon itu setidaknya mengkristal ketika usaha budidaya kebun durian yang dikembangkan Daswin sejak tahun 2021, telah mampu menjawab kebutuhan pasar buah di Pekanbaru dan daerah lain di Sumatera Barat.
Daswin, putra Nagari setempat, selepas malang-melintang merantau ke Kota Solo, Jawa Tengah, ia kemudian pulang membuka lahan perkebunan seluas 2 hektar di kampong halaman.
“Lahan 2 hektar ini saya tanami bibit Durian kualitas premium sebanyak 150 batang, Alhamdulillah, perkembangannya bagus dan sudah menghasilkan”kata Daswi ketika menjawab KabaSumbar.net, Sabtu (6/12) di Supayang.

Daswin menyebut, lahan kebun yang digerakkannya kini dipenuhi Durian premium jenis Musang King, Bawor, Duri Hitam, Super Tembaga Setidaknya sekitar 150 batang durian yang tumbuh subur,telah berproduksi untuk mengisi pasar buah di Pekanbaru,Riau.
Setentang motivasinya melakukan budidaya Durian, Daswin mengaku, karena terinspirasi aktivitas temanya, Ike Rismen, yang telah lebih dahulu menanam durian premium di Payakumbuh.
“ Ike Rismen lah yang membimbing saya melakukan budidaya Durian. Mulai dari pemilihan lahan sampai penyediaan bibit unggul, perawatan dan pupuk apa yang mesti dipakai,”terangnya.

Didampingi Ilham, pengelola kebun tersebut, Daswin mengaku sosok Ike Rismen adalah teman seperantauan semasa di Solo, memotivasi dan membimbing mulai dari nol.
Setentang pemasaran, Daswin juga menyerahkan kepada sahabatnya, Ike Rismen. Durian premium produk Supayang dipasarkan ke Kota Pekanbaru, Riau, bahkan ada yang datang langsung ke perkebunan.
“Selain di konsumsi sendiri, juga dijual dengan harga bervariasi mencapai Rp 230.000 per kilogram, ” ungkap Daswin.
Beberapa bulan sekali selama beberapa tahun terakhir, Daswin sengaja bolak balik dari Solo ke Supayang hanya untuk mengurus kebun durian, sehingga kebunnya saat ini telah menghasilkan buah durian super premium
Ketekunan dan keyakinan Daswin dalam berkebun durian premium akhirnya tersiar kabar ke sejumlah daerah. Sehingga banyak petani durian yang melakukan study tiru ke perkebunannya.
Kata Daswin, sudah banyak kelompok tani maupun perorangan yang datang ke kebunnya untuk mendalami cara bertanam durian premium.
“Kelompok tani dari Muaro Bungo, Pasaman, Pesisir Selatan, Kerinci dan Solok Selatan sudah sampai ke sini, ” paparnya.
Obsesi Daswin selanjut, akan menjadikan lahan perkebunan miliknya sebagai kawasan wisata petik langsung di Supayang, sekaligus menjadi sekolah lapang untuk belajar membudidayakan Durian premium.

Mengenal Komoditi Durian
Sebagai komoditi yang menjanjikan, Durian merupakan buah tropis dengan kulit berduri dan beraroma kuat. Durian yang dijuluki “raja buah”ini, diyakini berasal dari Kalimantan, Indonesia, untuk kemudian menyebar ke wilayah lain seperti Malaysia, Thailand, dan kawasan Asia Tenggara lainnya.
Durian memiliki daging buah berwarna kuning hingga merah tergantung spesiesnya, dengan rasa yang manis dan tekstur yang lembut. Mengonsumsi durian dapat memberikan manfaat karena kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang baik untuk kesehatan.
Kini dan masa yang akan datang, komiditi Durian premium dengan kualitas terbaik sudah ada di Kabupaten Solok, berasal dari kebun Daswin di Jorong Rumah Gadang, Nagari Supayang, Kecamatan Payung Sekaki. ( Irman Kuto )

Facebook Comments