KabaSumbar – Wamenaker (Wakil Menteri Tenagakerja) yang akrab disapa Noel itu tersandung kasus dugaan pemerasan. Immanuel Ebenezer nama lengkapnya, ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada, Rabu (20/8) malam;
Sebagai pejabat tinggi Negara, dalam posisi sebagai Wamenaker, yang seyogyanya menjaga kepentingan buruh, tetapi justru berbuat memalukan karena diduga mengkhianati amanah rakyat dengan praktik korupsi.
Dalam serangkaian operasi senyap, penyidik KPK tak hanya mengamankan Noel, Ada 10 orang lain, mulai dari pihak swasta hingga pejabat di lingkup kementerian, ikut diamankan. Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.
Penyisik KPK bahkan juga menemukan uang tunai dalam jumlah miliaran rupiah, belasan mobil mewah berbagai merek, hingga sebuah motor besar Ducati – simbol kemewahan yang kian menohok publik.
Terkaait itu, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengungkap, tim penyidik bahkan menyegel salah satu ruangan di Kementerian Ketenagakerjaan. Dugaan sementara, kasus ini berkaitan dengan pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sertifikat K3 adalah syarat vital agar sebuah perusahaan dapat beroperasi sesuai standar keselamatan kerja. Namun, alih-alih menjadi jaminan perlindungan bagi para pekerja, sertifikat ini justru diduga dijadikan alat pungli.
“Yang kami amankan bukan hanya uang, tetapi juga gaya hidup yang tidak sejalan dengan jabatan publik seorang wakil menteri,” tegas Fitroh.
Sejauh ini, tim penyidik KPK tengah mendalami peran masing-masing, termasuk menelusuri aliran dana yang diduga mengalir ke rekening pribadi Wamenaker maupun pihak lain.
Bukan tidak mungkin, kasus ini akan berkembang menjadi jeratan tindak pidana pencucian uang.
Bagi para buruh, kabar ini terasa menyesakkan. Sertifikat K3 sejatinya diciptakan untuk melindungi nyawa mereka di tempat kerja. Namun dugaan praktik pemerasan membuat sertifikat itu justru menjadi beban tambahan.
“Jika terbukti Wamenaker lakukan, ini bukan hanya merugikan pengusaha. Ini juga menodai perjuangan buruh untuk bekerja aman dan layak,” kata seorang aktivis buruh dengan nada getir.
Dunia usaha pun ikut cemas. Sertifikat yang seharusnya menjadi instrumen kepercayaan investasi, kini terancam menjadi simbol kecurigaan dan praktik kotor yang dimainkan Wamenaker.

Facebook Comments