KabaSumbar – Mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berdampak melakukan peninjauan lokasi kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi awal dengan pemerintah kelurahan, sekaligus menjadi tahap persiapan teknis sebelum program dijalankan secara penuh. Dalam peninjauan tersebut, mahasiswa didampingi oleh KUPS Etnobotani sebagai mitra pelaksana kegiatan.
Peninjauan lapangan difokuskan pada pemetaan lokasi yang berpotensi dijadikan area hidroponik, kesiapan lahan, serta penentuan tempat yang memungkinkan digunakan sebagai posko kegiatan mahasiswa selama masa pengabdian.
Diskusi Lapangan Bersama KUPS Etnobotani
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bertemu langsung dengan Siska, perwakilan KUPS Etnobotani, yang selama ini aktif dalam pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Bersama mitra, mahasiswa meninjau sejumlah titik di wilayah Kelurahan Lambung Bukit yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung pelaksanaan program.
Diskusi lapangan mencakup penentuan lokasi hidroponik, persiapan lahan, serta identifikasi fasilitas pendukung seperti akses air dan kondisi lingkungan sekitar. Seluruh aspek tersebut menjadi pertimbangan utama agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Pembahasan Teknis Air dan Listrik
Selain lokasi, mahasiswa dan mitra juga membahas aspek teknis, khususnya ketersediaan air dan listrik. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat sistem hidroponik membutuhkan suplai air dan energi yang stabil.
Dalam diskusi tersebut, dilakukan negosiasi awal terkait pemanfaatan sumber air dan listrik yang berada di sekitar kawasan PLTA, dengan tetap memperhatikan agar tidak mengganggu fasilitas yang sudah ada. Mahasiswa juga mempertimbangkan alternatif lokasi posko kegiatan yang strategis dan dekat dengan area program untuk memudahkan koordinasi di lapangan.
Kesepakatan Awal Lokasi Kegiatan
Hasil dari peninjauan dan diskusi lapangan menghasilkan beberapa kesepakatan awal. Lokasi hidroponik direncanakan berada di area depan PLTA, tepatnya di sekitar rumah dinas, yang dinilai memiliki akses air dan lahan yang memadai.
Sementara itu, kegiatan pengolahan kerupuk jengkol direncanakan dilaksanakan di area pekarangan PLTA yang memungkinkan untuk aktivitas produksi dalam skala kelompok. Kesepakatan ini menjadi dasar awal dalam penyusunan teknis pelaksanaan program selanjutnya.
Harapan Mitra dan Tahapan Lanjutan
Dalam pertemuan tersebut, KUPS Etnobotani menyampaikan harapannya agar program yang dijalankan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi mitra dan masyarakat sekitar. Program diharapkan tidak hanya berlangsung selama masa pengabdian, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Peninjauan lokasi ini menjadi bagian penting dalam tahapan awal Program Mahasiswa Berdampak. Ke depan, kegiatan akan dilanjutkan dengan persiapan teknis lanjutan, pembentukan kelompok kerja, serta implementasi program sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama mitra dan masyarakat setempat.
Oleh: Sultan Chairuman Yahya
(Ketua Umum HIMASEKTA FP UNAND 2025/2026)

Facebook Comments