KabaSumbar – Respon keluhan petani terhadap serangan hama yang kian meresahkan, Wakil Bupati (Wabup) Solok, H. Candra pimpin Gerakan Pengendalian Hama Tikus di Jorong Tabek Pala, Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Selasa (27/1).
Keluhan petani itu juga disikapi oleh anggota DPRD Fraksi Gerindra Iskan Nofis, yang turun berburu tikus bersama Kepala Dinas Pertanian, Wali Nagari Talang, penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani setempat.
Wabup Candra mengaku prihatin atas dampak serangan hama tikus yang mengancam hasil panen petani. Hingga kehadiran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab untuk mencari solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berjangka panjang.
“Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami petani. Kita harus mencari solusi jangka panjang agar serangan hama ini tidak terus berulang,” ujar Wabup Candra.
Sebagai bentuk kepedulian, Wabup Candra menegaskan, pihaknya bersama DPRD akan menyiapkan kajian tentang skema bantuan benih bagi petani terdampak.

Menjawab keluhan perani, ia kemudian mendorong penerapan strategi pengendalian hama melalui pola tanam serentak, penggunaan varietas padi yang sama, serta sistem pengairan yang lebih terpola dan terkoordinasi.
“Langkah ini penting untuk meminimalisir potensi berkembangnya populasi hama tikus di areal persawahan dan menjaga stabilitas produksi pertanian,”ungkap Wabup Candra.
Sementara itu, anggota DPRD Iskan Nofis menyampaikan, kegiatan Gerakan pengendalian hama Tikus merupakan tindak lanjut dari keluhan dan aspirasi petani yang disampaikan melalui kelompok tani bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Gunung Talang, serta hasil koordinasi dengan Dinas Pertanian.
Iskan Nofis mengaku, serangan hama tikus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, memmantik keluhan petani karena sudah sangat mengganggu budidaya. Potensi gagal panen semakin mengkhawatirkan.
“Gerakan ini lahir dari keluhan petani dan hasil koordinasi bersama PPL serta Dinas Pertanian. Kita ingin memastikan pemerintah hadir dan petani tidak berjalan sendiri menghadapi persoalan ini,” jelasnya.
Menyikapi itu, Dinas Pertanian menyampaikan, saat ini proses pemetaan luas lahan terdampak masih terus dilakukan. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah lanjutan, termasuk perencanaan bantuan dan strategi pengendalian hama yang lebih terukur.
Melalui gerakan pengendalian hama tikus ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menekan dampak serangan hama sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Solok. (Irman Kuto)

Facebook Comments