KabaSumbar – Bencana banjir yang kerap merendam Kawasan nagari Koto Baru,Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, berdampak terhadap pendangkalan aliran Sungai yang terhubung ke Batang Lembang.
Terutama badan sungai yang berada di wilayah Korong Sawah Pasie, Jorong Simpang, Nagari Koto Baru, luapan banjir yang menimbulkan pendangkalan telah menimbulkan kegusaran warga setempat.
Mensiasati gejala pendangkalan itu, pemerintah nagari Koto Baru dibantu pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok melakukan pengerukan sungai Sawah Pasie sejak tanggal 5 Januari sampai satu pekan ke depan.
Pengerukan dilakukan untuk memperlancar arus air. Sehingga tidak terjadi lagi banjir yang di kawasan pemukiman masyarakat setempat.
Terkait itu, anggota DPRD Kabupaten Solok,Ari Rafika, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Solok dan Dinas PUPR yang merespon cepat kebutuhan Masyarakat Koto Baru.

Dijelaskan Ari, alat berat jenis excavator mulai bekerja tanggal 5 Januari 2026, bermula dari surat Wali Nagari Koto Baru yang disampaikan kepada Pemkab Solok tanggal 8 Desember 2025.
Namun hingga tanggal 25 Desember, surat Wali Nagari yang membutuhkan pengerukan aliran sungai di Korong Sawah Pasie, belum ada respon dari Pemkab Solok.
Atas kondisi itu, anggota Fraksi PKS itu langsung menghubungi Kepala Dinas PUPR setelah dirinya bertemu dengan Wali Nagari Koto Baru membicarakan program Normalisasi Batang Lembang.
“Alhamdulilah, Kadis PUPR Kabupaten Solok merespon dan berjanji mengirim berat BNPB. Tanggal 5 Januari kemarin, satu unit alat berat sudah sampai dan langsung bekerja,” tutur Ari Rafika kepada KabaSumbar, Selasa (6/1/2026) di Koto Baru.
Ari menjelaskan, setentang operasional alat berat, ditanggung oleh BNPB Kabupaten Solok. Sedangkan untuk penginapan dan makan operator di fasilitasi oleh masyarakat setempat. (Irman Kuto)

Facebook Comments