Beranda Uncategorized Erwin Yunaz, SE. Tokoh Dibalik “Rebranding” kota Payakumbuh ke Kota Randang

Erwin Yunaz, SE. Tokoh Dibalik “Rebranding” kota Payakumbuh ke Kota Randang

Kota Payakumbuh adalah sebuah kota yang berada di provinsi Sumatra Barat, yang berpenduduk 141.171 jiwa dan terhampar pada areal seluas: 80,43 km2, sepertinya bakal mendapat julukan sebagai kota Rendang.

Seyogyanya, kota yang memiliki 5 kecamatan yakni, Payakumbuh Utara, Payakumbuh Barat, Payakumbuh Timur, Payakumbuh Selatan serta Kec. Lampasi Tigo Nagari tersebar di 47 kelurahan dengan sebaran 1.522 jiwa/km2, pada suksesi kepemimpinan pasca Walikota Riza Falepi, 2024 mendatang menginginkan sosok pemimpin tegas dan dapat merubah perekonomian rakyatnya.

Sepertinya, kriteria diatas melekat kepada sosok Erwin Yunaz, SE, MM ( sosok Wakil Walikota Milenial-,red), sejak September 2017, berhasil me “rebranding” kota Payakumbuh dari Kota Batiah menjadi Kota Randang.

Pria kalem yang berlatar belakang interpreneur kelahiran, 21 Oktober 1971 itu, dalam bincang- bincangnya dengan berbagai kalangan akademisi, seperti dipaparkannya di acara Dies Natalis UNP di Air Tawar Padang, pihaknya optimis mengawal proses & tahapan- tahapan secara detail untuk mengangkat kearifan lokal menjadi kebanggan negeri.

Dalam paparan suami tercinta, Hj. Machdalena yang akrab dengan warga bangga dengan sajian kuliner, sa’at ini kita sedang menunggu proses pengakuan Randang sebagai Warisan Budaya Non Benda Dunia “the intangible world heritage”, ujarnya.

Dalam kaitan, siapa Walikota 2024 mendatang pasca berakhirnya jabatan Walikota, Riza Falepi, jika masyarakat kota Payakumbuh percayakan kepada sosok ayah dari dua putri dan satu putra yang miliki Motto; Ingat rendang, ingat Payakumbuh, dirinya siap berjibaku majukan perekonomian masyarakat bidang Usaha mikro kecil menengah, ucapnya.

Tekad alumni SMA Negeri 3 Bukit Sitabur, ( 1990 ), selain upayakan bidang insfrastruktur, pendidikan juga tak luput peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ) maju diwujudkan dari Payakumbuh, dikumpulkan dalam satu wadah Sentra Industri akan usulan Rendang sebagai Warisan Budaya Non Benda Dunia, “Intangible world heritage”, ujarnya.

Facebook Comments

Artikulli paraprakJunjung Produk Pers, SPRI Apresiasi Langkah Kapolres Alor  
Artikulli tjetërWalikota Padang dan Kabinda Sumbar Tingkatkan Sinergitas dan Soliditas di Padang