Beranda Pasaman Barat 75 % Istri Minta Cerai di Pasaman Barat Usai Idul Fitri 1444...

75 % Istri Minta Cerai di Pasaman Barat Usai Idul Fitri 1444 H

minta cerai
Pasaman Barat I Kaba Sumbar.net – Pasca idul Fitri, Ibu ibu di Pasaman Barat Sumatra Barat, ramai ramai minta cerai. 75 porsen gugatan cerai diajukan oleh istri. 25 porsen sisanya, perceraian yang dimohonkan suami.

Demikian data yang didapatkan awak media di Posbakum Pengadilan Agama Talu, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (25 5- 2023). Kasus minta cerai ini terjadi diduga karena dipicu oleh faktor ekonomi dan perselingkuhan.

perceraian
Staf Posbakum pengadilan Agama Talu, Yulia Misra, SH, MH

Angka minta cerai ini tentu angka yang sangat memprihatinkan. Ungkap Yulia Misra, SH, MH staf posbakum di Pengadilan Agama Talu.

Bahkan di bulan Mei ini saja sudah ada 100 perkara perceraian yang sudah terdaftar di kepaniteraan Pengadilan Agama Talu. Itu artinya setiap hari ada empat pasang suami istri yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan rumah tangga mereka. Tambahnya.

Pengacara Afrianto SH, mengatakan bahwa kantornya banyak menerima kasus perceraian. Dari kasus perceraian yang banyak didampinginya, Gugatan perceraian pada umumnya akibat saling curiga karena chatingan via HP Android, kata Afrianto.

perceraian
Afrianto SH

Menurut Pengacara Muda ini, masyarakat kita belum sepenuhnya siap menerima keberadaan teknologi informasi. Kesiapan itu, menyangkut, menyaring dan membentengi diri dari munculnya berbagai tawaran yang menggoda di medsos. Termasuk juga godaan orang-orang iseng dari lawan jenisnya.

Godaan itu, kata Afrianto, tidak saja bersifat konsumerisme dan gaya hidup yang berdampak pada ekonomi rumah tangga. Godaan rayuan dan gombal lawan jenis merupakan factor pendorong retaknya harmonisasi hubungan suami istri.

Dalm hal ini Afrianto menilai bahwa peranan niniak-mamak dan ulama, adalah sangat penting dalam memperkuat pendirian pasangan dalam  sebuah rumah tangga. Sehingga pasangan suami istri tidak terlalu cepat dan gampangan mengambil keputusan cerai.

Dari kasus yang di damping Afrianto , perceraian terjadi umumnya kurang saling menghargai dalam rumah tangga.  Pada gilirannya, saling mencari kelemahan masing-masing dari pasangan suami istri, tukasnya.

Penulis TOTO

Facebook Comments