BerandaPariwisataPariwisata Sumbar Miliki Paket Lengkap dari Kekayaan Alam Hingga Adat Istiadat

Pariwisata Sumbar Miliki Paket Lengkap dari Kekayaan Alam Hingga Adat Istiadat

Pariwisata Sumbar
Pulau Sutan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2015). Pulau Sutan berada di kawasan Taman Laut Mandeh.KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Berbicara soal pariwisata, sebagai provinsi yang berada di sisi barat Pulau Sumatera, Sumbar memiliki paket lengkap mulai dari pantai, laut, pulau, danau, bukit, lembah, pegunungan, kuliner hingga kekayaan adat istiadat.

Keindahan alam bumi Ranah Minang nan elok bukan gembar-gembor semata, karena mengacu pada penelitian Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang, ternyata sebagian besar wisatawan yang berkunjung mengakui daerah ini memiliki daya tarik berupa alam yang indah.

Untuk wisata bahari Sumbar memiliki Pantai Padang dengan pesona matahari terbenam, hingga Pantai Air Manis yang dikenal lewat legenda si Malin Kundang anak durhaka. Bagi pecinta wisata air sejumlah pulau kecil di Padang juga tak kalah menggoda untuk dikunjungi mulai dari Pasumpahan, Pamutusan hingga kawasan Mande yang disebut sebagai Raja Ampat-nya Sumbar.

Untuk yang suka rekreasi ke pegunungan Bukittinggi menjadi pilihan. Sejuknya hawa kota dengan ikon jam gadang hingga pemandangan eksotik Ngarai Sianok membuat mata tak jemu memandang. Belum lagi Danau Kembar, Danau Maninjau hingga Danau Singkarak juga tak kalah menarik untuk disinggahi.

Semua itu kian sempurna dengan sajian kuliner yang kaya mulai dari nasi Padang, nasi kapau, sate, gulai kepala ikan, soto padang, rendang sampai beragam penganan tradisional yang menggugah selera. Sejumlah daerah di Sumbar juga punya aktraksi budaya yang unik seperti Hoyak Tabuik di Pariaman, Pacu Jawi di Tanah Datar hingga wisata religi ke sejumlah masjid yang indah dan memesona.

Genjot Kunjungan Jika selama ini perekonomian Sumbar ditopang oleh sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan ke depan sektor pariwisata dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Namun, untuk bisa menjadikan pariwisata sebagai sumber ekonomi baru dibutuhkan sejumlah upaya agar angka kunjungan wisatawan terus meningkatkan dan mengoptimalkan daya tarik objek wisata. Untuk itu, Sumbar mematangkan rencana pengembangan pariwisata agar jelas seperti apa target yang hendak dicapai.

Juga terus melakukan pembenahan pada sejumlah objek wisata yang ada di daerah itu untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Saat ini yang fokus dibenahi adalah tempat wisata untuk dilengkapi infrastruktur dan sarana penunjang lainnya.

Persyaratan yang wajib ada di lokasi objek wisata adalah WC, kamar mandi, mushala, kuliner hingga pusat penjualan cendera mata. Pemerintah provinsi juga mempersilahkan seluruh kabupaten dan kota berinovasi untuk menarik orang datang ke daerah masing-masing.

Wisata Halal Salah satu potensi yang bisa dikembangkan di Sumbar adalah wisata halal karena provinsi ini dikenal memiliki falsafah adat yang mendukung yaitu Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah yang berarti adat berdasarkan syarak dan syarak mengacu kepada Al Quran.

Sejalan dengan itu Sumatera Barat juga masuk lima besar daerah tujuan wisata halal di Indonesia berdasarkan data yang dihimpun oleh Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI). Lima besar daerah yang menjadi tujuan wisata halal berdasarkan survei yang dilaksanakan PPHI tersebut yaitu Aceh, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat dan Lombok.

Ketua PPHI pusat Riyanto Sofyan mengingatkan pemerintah daerah ikut berperan membenahi tujuan wisata halal yang ada di Sumbar bukan hanya dari sisi kebijakan namun juga komitmen rencana aksi dan anggaran. “Belajar dari Lombok dalam mengembangkan destinasi peran pemerintah daerahnya amat kuat sehingga mau memberi subsidi pengurusan sertifikasi halal,” kata dia.

Ia mengatakan ketika pemerintah berkomitmen lewat anggaran pada akhirnya yang akan mengambil manfaat juga pemerintah daerah karena akan terjadi peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata. Kalau bisa di pemerintah daerah ada satu pejabat yang khusus menangani wisata halal karena ini butuh suatu kompetensi khusus.

Diakuinya, perlu ada standardisasi agar wisatawan yang berkunjung tidak kecewa serta meningkatkan pamor wisata halal lewat pengembangan pemasaran. “Malaysia yang populasi muslimnya 60 persen sudah mulai mengembangkan wisata halal sejak 1990, sementara Indonesia baru memulai pada 2012 padahal 80 persen populasi muslim,” ujarnya.

Ia menilai yang dibutuhkan bukan hanya menjual merek namun juga promosi langsung wisata halal. Melihat potensi tersebut Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Sumatera Barat berharap Perda tentang wisata halal segera diterbitkan oleh pemerintah setempat sebagai payung hukum dalam pengembangan di Ranah Minang.

“Potensi wisata halal di Sumbar terbilang besar, apalagi sejak 2016 Kementerian Pariwisata menetapkan provinsi ini sebagai salah satu daerah tujuan wisata halal, agar pengelolaanya lebih optimal perlu ada payung hukum dalam bentuk peraturan daerah,” kata Ketua PPHI Sumbar Havid Dt Rang Kayo Basa.

Menurutnya jika potensi wisata halal dikelola dengan baik akan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Sumbar seperti dari Timur Tengah. Selain itu wisata halal tidak hanya diperuntukan bagi muslim semata karena identik dengan bersih, higienis sehingga dapat dinikmati semua kalangan.

Penambahan Penerbangan Guna meningkatkan kunjungan wisatawan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Barat menilai perlu penambahan rute penerbangan dari Jakarta ke Padang untuk menekan harga tiket yang tergolong mahal akibat tingginya permintaan.

Sinergi semua pihak, membenahi destinasi, membangun komitmen untuk menghadirkan layanan yang ramah merupakan langkah awal untuk meningkatkan pamor pariwisata Sumbar yang berujung pada peningkatan perekonomian/kesejahteraan masyarakat.

Industri perhotelan menjadi salah satu sektor paling terdampak pandemi Covid-19. Hadirnya inovasi hotel yang bisa memastikan seluruh pegawainya bebas Covid-19, dan bisa menjalankan protokol kesehatan dalam pelayanannya, jadi faktor penting agar bisa menarik kembali kunjungan wisatawan di saat pandemi ini.

Facebook Comments