BerandaKesehatanVaksin COVID-19 Bagi Penderita Penyakit Kronis

Vaksin COVID-19 Bagi Penderita Penyakit Kronis

Vaksin
Vaksin COVID-19 telah dimulai beberapa saat lalu. Namun, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksinasi. Bagaimana dengan penderita penyakit kronis yang merupakan kelompok risiko tinggi? Simak artikel ini untuk mengetahui pemberian dan keamanan vaksinasi COVID-19 untuk penderita penyakit kronis.

Penderita penyakit kronis yang terinfeksi virus Corona memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami COVID-19 dengan gejala yang berat. Hal ini karena adanya gangguan pada sistem pernapasan atau kelemahan pada sistem imun sehingga tubuh lebih sulit melawan infeksi virus Corona.

Oleh karena itu, vaksinasi COVID-19 perlu diberikan kepada penderita penyakit kronis. Namun, pemberiannya harus secara hati-hati dan berdasarkan pertimbangan berbagai faktor, untuk mencegah dan meminimalkan munculnya efek samping.

Rekomendasi Pemberian Vaksinasi COVID-19 untuk Penderita Penyakit Kronis

Berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), vaksinasi COVID-19 dapat diberikan kepada penderita penyakit kronis berikut ini:

1. Asma

Penderita asma boleh mendapatkan vaksinasi COVID-19 asalkan gejalanya terkontrol dan jarang kambuh. Sementara itu, penderita asma akut sebaiknya menunda untuk menjalani vaksinasi sampai kondisi asma yang dideritanya dapat dikendalikan dengan baik.

2. Diabetes

Penderita diabetes tipe 2 dapat disuntik vaksinasi COVID-19 bila kondisi kesehatannya dinyatakan baik melalui pemeriksaan langsung oleh dokter dan kadar HbA1C berada di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%.

3. Hipertensi

Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi boleh mendapatkan vaksinasi COVID-19 bila tekanan darahnya normal dan terkendali, yaitu kurang dari 140/90 mmHg dengan atau tanpa pengobatan.

4. HIV

Orang yang terinfeksi HIV bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19, asalkan mereka dalam kondisi sehat dan jumlah sel darah putih CD4 di atas 200.

Sementara itu, penderita HIV yang kondisinya sedang memburuk atau memiliki kadar CD4 di bawah 200, sebaiknya menunda vaksinasi COVID-19 sampai kondisinya mengalami perbaikan.

5. Kanker

Dokter akan menentukan apakah penderita kanker bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19 atau tidak dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti jenis kanker yang diderita, kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan pengobatan kanker yang sedang dijalani.

Vaksinasi memerlukan sistem kekebalan tubuh yang sehat agar dapat berfungsi dengan baik, sedangkan beberapa jenis pengobatan kanker dapat mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh.

Menurut PAPDI, penderita kanker paru-paru yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi atau terapi target boleh mendapat vaksinasi COVID-19. Selain kanker paru-paru, penderita kanker darah (leukemia), kanker pankreas, dan kanker prostat juga dapat menerima vaksinasi jenis mRNA.

Beberapa penelitian sejauh ini memang menyebutkan bahwa vaksinasi COVID-19 jenis mRNA aman untuk diberikan kepada penderita kanker.

Vaksinasi berisi virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan (inactivated virus), seperti jenis vaksinasi dari Sinovac, juga sebenarnya boleh diberikan kepada orang yang sistem imunnya lemah, termasuk penderita kanker, dan bahkan direkomendasikan untuk mencegah penyakit tertentu.

Meski begitu, data terkait efektivitas dan keamanan vaksin jenis inactivated virus yang spesifik untuk COVID-19 pada penderita kanker masih sangat terbatas. Itulah sebabnya, pemerintah belum merekomendasikan pemberian jenis vaksin tersebut kepada penderita kanker.

6. Obesitas

Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas boleh mendapatkan vaksinasi COVID-19 bila tidak memiliki penyakit penyerta yang berat, seperti diabetes atau hipertensi yang tidak terkontrol.

7. Penyakit hati

Penderita penyakit hati atau gangguan fungsi liver boleh mendapatkan vaksinasi COVID-19, baik jenis inactivated virus (Sinovac) maupun vaksinasi mRNA. Namun, efektivitas vaksinasi tersebut akan menurun dan efeknya akan hilang apabila penyakit hati memburuk.

8. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Vaksinasi COVID-19 dapat diberikan kepada penderita penyakit paru obstruktif (PPOK) yang gejalanya terkontrol. Namun, penderita PPOK yang sedang mengalami perburukan gejala secara tiba-tiba disarankan untuk menunda vaksinasi sampai kondisi tersebut teratasi.

9. Penyakit ginjal

Untuk penderita penyakit ginjal, jenis vaksinasi COVID-19 yang dipercaya aman untuk diberikan adalah vaksinasi mRNA. Jenis vaksinasi ini juga aman bagi penderita gangguan ginjal yang sedang menjalani cuci darah (dialisis) atau menerima transplantasi ginjal.

Sayangnya, vaksinasi mRNA belum tersedia di Indonesia sehingga penderita penyakit ginjal belum bisa menjalani program vaksinasi. Vaksinasi jenis inactivated virus yang tersedia saat ini tidak direkomendasikan oleh PAPDI untuk diberikan kepada penderita penyakit ginjal.

10. Gangguan autoimun

Vaksinasi COVID-19 jenis mRNA terlihat memiliki potensi untuk diberikan kepada penderita gangguan autoimun, sedangkan vaksinasi COVID-19 yang mengandung virus yang dilemahkan atau dimatikan belum dinyatakan aman bagi penderita gangguan autoimun.

11. Penyakit jantung

Vaksinasi COVID-19 yang berisi virus tidak aktif belum dapat diberikan kepada penderita penyakit jantung koroner dan gagal jantung. Hal ini karena belum ada data yang cukup mengenai keamanan vaksinasi COVID-19 pada kelompok tersebut. Vaksinasi yang dinilai lebih aman bagi penderita penyakit jantung adalah vaksinasi jenis mRNA.

Selain berbagai kondisi di atas, orang yang sedang mengalami gangguan psikosomatis akibat stres berat atau depresi juga dianggap layak mendapatkan vaksinasi COVID-19. Namun, gejala psikosomatis tersebut harus dikontrol terlebih dahulu sebelum pasien menjalani vaksinasi.

Menurut data sejauh ini, pemberian vaksinasi COVID-19 pada penderita penyakit kronis tertentu dinilai aman dan bermanfaat dalam mencegah munculnya gejala berat pada COVID-19, meskipun masih dibutuhkan uji klinis lebih lanjut untuk memastikannya.

Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar efektivitas dan keamanan vaksinasi COVID-19 untuk penderita penyakit kronis, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter. Dokter juga dapat memberikan saran mengenai hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk mengontrol penyakit Anda selama menunggu vaksinasi.

Jangan lupa, terus jalani protokol kesehatan dengan mencuci tangan secara rutin, memakai masker, dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19, baik sebelum maupun setelah mendapatkan vaksinasi.

Source: Alodokter