BerandaHukumIstri DPO yang Ditembak Mati Polisi di Solok Selatan Datangi Komnas HAM

Istri DPO yang Ditembak Mati Polisi di Solok Selatan Datangi Komnas HAM

Istri DPO
Istri DPO yang ditembak mati polisi di Solok Selatan langsung mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) daerah Sumbar, Selasa (2/2/2021). Kedatangannya didampingi tim Penasehat Hukum (PH).

Istri DPO bernama Mhereye Fhitriananda mengungkapkan terkait video yang sempat viral di media sosial.

Diakuinya, video itu direkamnya atas kesadaran dan dilakukan secara spontan. Karena istri DPO ini sadar, kalau suaminya meninggal karena dibunuh.

“Awalnya, saya bersama keluarga sedang berkumpul di dalam rumah. Sedangkan suami sehabis makan di dapur,” ujarnya.

Ketika sedang berkumpul dengan keluarga, kata dia, tiba-tiba datang sekitar sepuluh orang anggota kepolisian tidak berpakaian dinas. Kemudian, masuk ke dalam rumah dan langsung menangkap suaminya.

“Aksi penembakan itu terjadi setelah suami saya selesai makan. Sadar bahwa suami saya dibunuh, cepat saya rekam,” ujarnya.

Mherie juga mengaku bahwa pascapenembakan itu, dua buah pisau hilang dari dalam dapur. Namun, dia tidak mengetahui apakah diambil oleh anggota kepolisian atau tidak.

“Yang jelas, suami saya tidak ada melakukan perlawanan seperti yang diberitakan. Apalagi sampai melukai polsisi yang melakukan penangkapan,” pungkasnya.

Facebook Comments