Bertemu Para Generasi Millenial, Indra Catri: Menjaga ‘Silek’ Tradisi Minangkabau dari Ambang Kepunahan

1027

KABASUMBAR.NET – Dukungan terus mengalir deras kepada Drs. H. Nasrul Abit gelar Datuak Malintang Panai dan Dr. Ir. H. Indra Catri, M.S.P. gelar Datuak Malako Nan Putiah sebagai kandidat calon Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk berlaga di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat dengan nomor urut 2 pada tahun 2020 ini.

Dalam rangka kunjungan silaturahmi “Batamu Jo Mak Atuk Indra Catri” didampingi oleh Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Evi Yandri Rajo Budiman bersama generasi milenial Kota Padang. Bertempat di Pusat Kawasan Kuliner Anak Nagari (Pakunaga) Pauh IX Kuranji, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Kamis (30/09/2020) malam.

Dalam sambutannya Indra Catri mengatakan, “Dari Kuranji nak ka alai, urang mengaleh di seteba. Kok nak tahu teh talu tapai, molah singgah di Pukunaga”.

Indra Catri menyampaikan, Silek (silat) Minangkabau merupakan seni olahraga beladiri yang tumbuh dan berkembang di wilayah Minangkabau sejak dahulu kala. Silek bagi anak Minang merupakan jati diri yang melekat dalam keseharian mereka, terutama bagi kaum lelakinya. Namun, banyak juga perempuan Minang yang menguasai seni beladiri tersebut.

Silek terus berkembang di tengah masyarakat, sehingga seni beladiri tersebut terus berkembang dan menjadi jati diri bagi masyarakat Minangkabau. Hal itu dikatakan Calon Wakil Gubenur Sumatera Barat Indra Catri saat silaturahmi dengan generasi milenial Kota Padang, tuturnya.

Didalam silaturahmi ini, Indra Catri mengharapkan kepada generasi milenial tradisi pencak silat terus mengembangkan tradisi tersebut dan mewariskannya kepada anak Minang. Silek yang nantinya menjadi bekal dan menjaga dirinya dari segala perbuatan yang akan mempengaruhi kehidupan mereka.

Silek merupakan pamenan di ranah Minangkabau. Jika tidak bisa basilek, pamenan anak nagari itu tidak akan berdiri dan Minang pun bisa hancur, ujarnya.

Lebih lanjut, Indra Catri menyampaikan kepada guru silek generasi milenial terus mengajarkan anak kemanakan untuk bersilek dan bersama sama membina anak kemenakan untuk bisa membela nagari dan menjaga mereka dari segala ancaman.

Prestasi silek Minangkabau cukup besar terhadap daerah. Hal itu menjadi penyemangat anak nagari yang telah bersungguh-sungguh belajar silek, ujar Indra Catri yang akrab disapa IC.

Selain itu, Indra Catri mengatakan, saya prihatin mendengar beberapa tahun terakhir ini sasaran pencak silat yang ada di Pauh IX Kuranji dan Pauh X maupun Kota Padang perlu kita bangkitkan lagi.

Pelestarian dan pengembangan silek tradisional termasuk program pembangunan berbasis budaya dan pariwisata yang menjadi salah satu fokus pasangan Nasrul Abit dan Indra Catri jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubenur Sumatera Barat.

Silek memang harus diwariskan kepada generasi muda, bukan saja bagi kaum lelaki, tetapi juga kaum perempuan. Dengan tekad dan semangat yang tinggi, ia yakin silek Minangkabau akan terus berkembang, sehingga seni beladiri tersebut tidak pudar di tengah masyarakat.

“In Shaa Allah” kita bangkitkan kembali sasaran pencak silat di Minangkabau yang berada 19 Kabupeten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, tuturnya Indra Catri.

Sementara itu, Indra Mairizal mengatakan, setuju dengan gagasan menghidupkan gelanggang silih baganti di nagari. Melalui event festival, kita hidupkan silek tradisi. Termasuk membenahi lagi gelanggang silih baganti yang ada. Hal ini nanti bisa dikoordinasikan dengan dinas terkait.

Bahwa dulu seorang Indra Catri memang sangat peduli dan memiliki perhatian yang tinggi terhadap tradisi seni budaya Minangkabau seperti pencat silat di Kota Padang maupun Sumatera Barat pada umumnya, tuturnya Indra Mairizal salah satu tokoh Kuranji.

Sosok yang berpengalaman di bidang birokrat dan politisi Indonesia: Drs. H. Nasrul Abit gelar Datuak Malintang Panai adalah Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2016 – 2021 yang dilantik pada 12 Februari 2016. Sebelumnya, ia menjabat Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat periode 2005 – 2015 dan Wakil Bupati Pesisir Selatan 200 – 2005.

Selanjutnya, Dr. Ir. H. Indra Catri, M.S.P. gelar Datuak Malako Nan Putiah adalah seorang birokrat dan politisi Indonesia. Ia dilantik pada 17 Februari 2016 sebagai Bupati Agam, Sumatra Barat periode 2016 – 2021. Sebelumnya, ia menjabat Bupati Agam periode 2010 – 2015.(dp/yendra)