Baisar Dan keluarga 8 Tahun Tinggal Di Pondok Sawah Tidak Layak Huni

11
BERBAGI

KabaSumbar.net- Sebuah kelaurga terdiri dari suami istri dan 3 orang anak.Mendiami sebuah bangunan tidak layak huni. Tinggal di rumah yang layaknya disebut pondok.

Hanya satu kamar saja. Tiang dan dindingnya semuanya kayu. Pondok itu terlihat sudah rapuh dimakan usia.

Beberapa dindingnya ditutup dari papan sibiran. Banyak juga yang sudah lapuk. Atap dari seng bekas dan tambalan seng bekas lainnya. Dapur masih tanah bertungku batu dengan perapian kayu bakar.

Loading...

Baizar, 39 th, sehari-hari sebagai buruh tani dan kerja serabutan terus berjuang menghidupi isteri dan 3 orang anaknya. Beberapa tahun terakhir dia coba peruntungan sebagai penjual ikan keliling,itupun hasilnya pas pasan untuk memenuhi biaya hidup.

Sebelum pindah ke pondok itu, penuturan istrinya, Dernawati S, 36 th, mereka pertama kali sejak pindah ke Padang mengontrak rumah di Belimbing.Dan itu hanya bisa bertahan di tahun pertama.” Desakan dan keterbatasan ekonomi memaksa kami pindah ke pondok ini. Untung keluarga suami membantu dan menpersilahkan kami membuat rumah dan mengolah lahan bakonya anak-anak di sini.”

“Disini suami mengolah sawah milik orang tuanya. Kadang kami mengolahnya menjadi ladang sayuran,” ujar Desniwati.

Berapa orang anaknya, Desnawati menjelaskan dia mempunyai anak 3 orang. Pertama perempuan, Diana Rahma W berumur 12 tahun. Anak keduanya laki-laki, Fajri, 8 tahun. Sedang si bungsu, Rina, perempuan berumur 2,5 tahun. Kami semua tidur di sini tidur satu kamar.

Diana Rahma W apa sekolah atau tidak, dia menjelaskan anak pertamanya itu sekolah di SMPN N 41 Gurun Panjang Gunung Sarik. Alhamdulillah dia dapat peringkat terbaik di kelasnya. Adiknya kini kelas 5 SD di Pasa Lalang.

Kami jalani hidup ini dengan sebaik yang kami bisa. Suami tidak mau mengeluh dan kami bisanya ya ini, ke sawah dan berladang, sambungnya

Dari perbincangan kami, keluarga ini juga tidak terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (data masyarakat miskin) di kelurahan. Sehingga selama 8 tahun mereka nyaris tidak ada menerima program bantuan dari pemerintah. Alhamdulillah, melalui RT bantun BLT Covid-19 di menerimanya.

Kemarin Isteri Walikota, Harneli Bahar I mengunjungi kami,” Beliau rencana beliau akan membantu untuk membedah rumah ini. Suami sedang mengurus surat¬≤ dan izin tanah ini karena masih miliki kaum suami.” Tutupnya.

Terimaksih Ustadz Ja’far Syamil Aqiqah aleg DPRD kota Padang dari Fraksi PKS yg telah berkunjung kerumah warga ini.Semoga kita semua bisa meringankan beban keluarga tetsebut dan juga keluarga¬≤ lainnya di kota Padang ini.(yendra)

Loading...
loading...