Evi Yandri Rajo Budiman: Evaluasi PSBB Di Sumbar Agar Bisa Menekan Penularan Covid-19 karena Penerapannya Terlalu Banyak Kekurangan

25
BERBAGI

KabaSumbar.net- Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman meminta agar penerapan kebijakan PSBB di Sumatera Barat dievaluasi. Sehingga dapat diketahui kekurangan dan kelebihan dari penerapan kebijakan tersebut.
Evi Yandri mengungkapkan bahwa ia sangat pasimis PSBB akan efektif memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19, kalau penerapan PSBB itu dilaksanakan tidak sesuai kesepakatan.

Apalagi kata Evi Yandri, kebijakan kepala daerah di Sumatera Barat dalam menjalankan PSBB berbeda-beda. Akibatnya, koordinasi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya belum optimal.

“Di Sumbar penerapan PSBB intervensinya sangat longgar sekali, warga masih bebas berkeliaran tanpa menggunakan APD,” ujar Evi Yandri, Selasa (12/5/2020)

Loading...

Evi Yandri menambahkan, pelanggaran PSBB di Sumbar terjadi di mana-mana tanpa adanya sanksi yang tegas. Semua orang bebas berkumpul. PSBB kini dikhawatirkan semakin tidak efektif apalagi dengan adanya kebijakan pemerintah pusat yang melonggarkan transportasi.

Dengan pelonggaran transportasi, interaksi orang sudah makin tinggi dan banyak. Sementara, PSBB adalah bertujuan untuk menekan jumlah orang berinteraksi baik antar-individu maupun antar-wilayah.

“Sampai hari ini sudah 313 orang terinfeksi virus Corona dan peningkatan jumlah pasien ini, bertolakbelakang dengan laporan Pemprov Sumbar ke pemerintah pusat satu hari sebelumnya, yang mengklaim bahwa PSBB berhasil tekan kasus positif Covid-19 di Sumatera Barat,” ujar Evi Yandri.

Kata Evi Yandri, kalau penerapan PSBB yang sangat longgar seperti ini, mustahil angka positif Covid-19 bisa ditekan dengan mudah. Kini kata Evi Yandri, lalu lintas mobil di perbatasan Sumatera Barat tetap bisa lolos di pos pemeriksaan. Memang, ada penjagaan ketat tapi sebagian bisa juga lolos.

“Kelonggaran masuk Sumatera Barat itu juga terjadi di Bandara, penumpang yang berasal dari wilayah lain masuk Sumatera Barat melalui Bandara Minangkabau, nyaris tidak ada pemeriksaan,” ujar Evi Yandri.

Evi Yandri mengatakan, kalau diterapkan secara benar, sebetulnya kebijakan karantina wilayah atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bisa lebih efektif dalam kondisi ‘perang panjang’ melawan pandemi ini.

Namun, kata Evi Yandri hal itu sulit diwujudkan di Sumatera Barat, karena kondisi ekonomi yang tengah terpuruk membuat masyarakat tetap nekat untuk melakukan aktifitas seperti biasa.”Apalagi kita sama-sama tahu penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran juga menjadi pemicunya,” kata Evi Yandri.

Gugus Tugas Covid-19 di Sumatera Barat dinilai Evi Yandri juga lebih fokus menangani pasien Covid-19 dari pada melakukan pencegahan. Seharusnya kata Evi Yandri mencegah agar masyarakat tidak tertular lebih penting.

“Ya mata rantai Covid-19 itu bisa diputus dengan melakukan pengawasan secara lebih ketat terhadap aktifitas masyarakat yang saat ini belum terpapar,” pungkas Evi Yandri.(yendra)

Indeks News.

Loading...
loading...