Evi Yandri Rajo Budiman: Desak Seluruh Pemda Kabupaten dan Kota Segera Bagikan Bantuan Pangan dan APD

20
BERBAGI

KabaSumbar.net – Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman mendesak pemda se-Sumatera Barat agar segera membagikan bantuan pangan maupun APD. Hampir memasuki pekan ke tiga pasca serangan dan dampak pandemik wabah virus corona desease atau (Covid-19).

Sampai saat ini masyarakat Sumatera Barat maupun tenaga medis belum kongrit dan pasti dalam hal penerimaan bantuan untuk ketahanan pangan, juga Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

Dalam hal ini, Evi Yandri Rajo Budiman Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumatera Barat Fraksi Gerindra mengatakan, kami selaku wakil rakyat menegaskan kepada seluruh kepala daerah se-Sumatera Barat. Agar sesegera mungkin membagi apa saja kebutuhan masyarakat dan juga yang paling utama pembagian secara lengkap Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas Covid 19. Baik yang di posko penanganan maupun di rumah sakit dan puskesmas yang ada, tegasnya saat ditemui di Kantor DPRD Sumatera Barat, Senin (13/04/2020).

Loading...

“Kita melihat begitu banyaknya bantuan yang turun, baik dari pusat, Pemerintah Propinsi, Pengusaha, BUMN maupun BUMD. Tapi toh kenyataannya sampai saat ini banyak masyarakat kita yang menjerit. Justru ini jadi perhatian kita bersama”, pungkas Evi Yandri Rajo Budiman yang juga Ketua FKAN Pauh IX Kuranji ini.

Sebagai wakil rakyat juga komisi I DPRD Sumbar menyayangkan lambannya pergerakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Masyarakat sudah menuruti imbauan pemerintah, tentunya mereka juga butuh kebutuhan untuk bertahan hidup. Sementara bagi tenaga media tentunya untuk melindungi diri.

“Jangan – jangan nantinya masyarakat bukannya mati karena wabah virus corona (Covid-19) tapi karena kelaparan dan tenaga medis tumbang karena tertular pula disebabkan alat pelindungnya yang masih minim”, ujarnya.

Terakhir pesannya, Corona meluluhkan persendian kita, corona dianggap makhluk kejam yg membinasakan, penjajah yang akan mengakhiri kehidupan suatu bangsa. Corona merusak tatanan sosial, adat, budaya bahkan agama dan menghindari berkumpul pusat wisata menjadi sepi, pelajar dan siswa sudah mulai dirumahkan. mirisnya umroh dilarang, mesjid dan surau pun sepi, itikaf tidak di anjurkan, hingga jamaah enggan berlama lama berada di mesjid.

Kita berharap dan berdo’a kepada sang pencipta, semoga corona cepat berlalu dari bumi pertiwi ini. Dan semoga Allah swt melindungi semua kita termasuk tenaga medis selaku garda terdepan, harapnya sembari berdo’a, (hri/DP/yen).

Loading...
loading...