Evi Yandri Rajo Budiman : Sebagian Remaja Kota Padang Yang Terlibat Tawuran Di Duga Telah Mengkonsumsi Narkoba

28
BERBAGI

 

 KabaSumbar.net –  Tidak mungkin mereka punya keberanian melakukan tindakan brutal dengan melukai siapapun yang mereka temui di jalanan, dalam kondisi sadar,” ujar Evi Yandri.

Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman menyebut sebagian remaja Kota Padang yang terlibat tawuran diduga telah mengkonsumsi narkoba. Hal ini diungkapkan Evi Yandri usai menemui para pelaku tawuran di Polsek Kuranji, Kota Padang, Minggu (1/3/2020) subuh.

Menurut Evi Yandri, obat-obatan terlarang ataupun berbagai jenis narkoba kini memang sengaja disusupi kepada generasi muda oleh berbagai jaringan pengedar. Mereka memulai dengan hal-hal kecil seperti mengisap lem dan lain sebagainya.

Loading...

“Kalau dibiarkan, akan berdampak sangat besar terhadap generasi muda. Mereka akan terjerumus pada tindakan kriminal lainnya seperti pemerkosaan, pembunuhan, pencurian dan perampokan,” Kata Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX ini.

Evi Yandri menuturkan, para pelaku tidak saja melukai sesama mereka yang terlibat tawuran, namun beberapa korban telah berjatuhan seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Korban N. Parmono Saogo (21) pemuda asal Mentawai nyaris tewas usai lehernya ditebas oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam.

“Ini jelas kriminal, dan bukan kejahatan biasa, dan ternyata pelakunya diketahui adalah pengedar narkoba,” ujar Evi Yandri.

Evi Yandri juga menyebut, bahwa kasus yang hampir sama juga terjadi di Jembatan Tamsis , Kecamatan Padang Timur dengan korban N. Fauzi Yusriadi (18) mengalami luka pegelangan tangan sebelah kanan. Juga terjadi peristiwa Simpang Tiga Gang Sawo Purus V Kecamatan Padang Barat Kota Padang dengan korban Ikhsan Eka Kuniawan (15).

“Dan beberapa peristiwa lainnya. Hal ini saya nilai merupakan tindakan kriminal yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Generasi seperti ini harus diselamatkan sebelum mereka berubah menjadi penjahat yang sebenarnya,” kata Evi Yandri.

Evi Yandri tidak setuju ada pihak yang mengatakan Kota Padang kini mulai mencekam akibat maraknya begal. Karena menurut Evi Yandri dari beberapa catatan kejahatan yang terjadi akhir-akhir ini bukanlah begal, namun hanyalah kenakalan remaja yang telah menjurus kepada tindakan kriminal.

“Tapi bukan tidak mungkin, apabila situasi ini dibiarkan, para pelaku begal akan menyusupi mereka, sama juga halnya yang dilakukan para pengedar narkoba. Para pelaku begal dan pengedar narkoba akan mudah menelusup ke kelompok remaja ini,” jelas Evi Yandri.

Tokoh Masyarakat Kuranji ini mengharapkan para orang tua serius memberikan perhatian kepada anak-anaknya. Karena menurut Evi Yandri, peranan orang tua menjadi kunci utama untuk mengendalikan kenakalan remaja agar tidak berkembang menjadi kriminal.

“Apakah anda tega anak anda menjadi korban? Kalau anda benar-benar sayang pada anak awasi gerak-gerik mereka, jangan sampai anda menyesali apa yang terjadi kelak dengan anak anda,” pungkas Evi Yandri.( heri/ fuady/yendra)

Loading...
loading...