Cipasung Jadi Rintisan Desa Wisata Yang Mempesona Berkat Bimbingan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti

17
BERBAGI

KabaSumbar. net- Desa Cipasung Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan merupakan desa rintisan wisata tingkat nasional dengan bimbingan Trisakti.

Bahkan untuk menuju lima besar, tim juri nasional dari Kementriaan Pariwisata RI melakukan visitasi dalam rangka penilaian program pendampingan Perguruan Tinggi terhadap desa binaan wisata tahun 2019 ini.

Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda SH MSi menyampaikan, Jumat (20/9), ucapan selamat atas terpilihnya Desa Cipasung menjadi salah satu rintisan desa wisata tingkat nasional. Semoga apa yang sudah dilakukan akan membuahkan hasil, menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

“Saya melihat ada keramahan, kebersihan lingkungan, kebersamaan antara pemerintah desa dengan masyrakatnya, dapat merangkul semua pihak dan mengedepankan kearifan lokal. Ini akan menjadi nilai lebih bagi Desa Cipasung,” ujarnya.

Jika hasil penilaian Desa Cipasung terpilih menjadi pemenang, lanjutnya, maka prestasi itu menjadi kebanggaan bagi warga masyarakat Kabupaten Kuningan. “Kalau menang akan menjadi kebanggaan kita. Harus bangga di Kuningan ada wisata terpilih di tingkat nasional,” tandasnya.

Kepala Desa Cipasung Nanang Nuryadi mengungkapkan, rasa syukurnya karena masuk nominasi sepuluh besar rintisan desa wisata atas bimbingan Trisakti. Adanya semangat kebersamaan dari masyarakat dalam membangun desa, terutama menuju desa wisata menjadi kekuatan untuk lebih maju kedepan.

“Kami senantiasa memiliki komitmen untuk memanfatkan potensi yang ada, dan memberdayakan masyarakatnya. Sehingga menjadi kearifan lokal yang menjadi daya tarik dengan ke-khasan sendiri,” terangnya.

Dijelaskan, dalam rangka mendukung sektor pariwisata, pemerintah desa telah menyiapkan lahan seluas 6 hektar untuk dijadikan objek wisata penyangga, khususnya menyambut revitalisasi Waduk Darma. Bahkan telah membuat master plan desain rancang bangunnya.

“Adapun yang telah dibangun sekarang itu rest area, gedung serbaguna, dan gerai BUMDes tempat pemasaran aneka kerajinan bambu khas Cipasung, makanan khas desa, dan sebagainya. Potensi lain di desa ini juga terdapat situs leluhur Kramat dan Hutan Bambu,” bebernya.

Terlebih saat ini, ada tempat pemancingan ikan dan menara bambu untuk dijadikan tempat melihat indahnya pemandangan Waduk Darma dan Gunung Ciremai. “Pemdes dan masyarakat telah sepakat ingin membangun Desa Wisata agar lebih hidup lagi dengan melakukan pengembangan test area menjadi lebih baik lagi, membangun gedung kesenian, cottage, resto terapung dan semua yang telah tergambarkan dalam master plan pembangunannya. Untuk mewujudkannya, kami membuka pintu bagi investor yang siap menanamkan modalnya dalam pengembangan Cipasung menjadi desa wisata,” ungkapnya.

Sementara tim penilai pusat, DR Diana Simanjuntak, menyebut, bahwa pariwisata membawa kesejahteraan dunia. “Karena itu kita kembangkan hade, someah kasemah. Bagaimana kita bersikap ramah kepada semua pengunjung, Ini modal dasar pengembngan wisata. Terkait pariwisata perlu dikembangkan, bagaimana bersinergi dengan semua unsur untuk saling bergandengan tangan, begitu juga dengan dunia akademisi yang memiliki tugas Tri Darma ini,” terangnya.

Ia mengingatkan, paling penting untuk mengembangkan wisata yaitu bersinergi dengan masyarakat. Supaya masyarakat juga merasakan dampaknya, maka yang perlu diperhatikan mengedepankan budaya lokal sekaligus menggali potensi desa setempat.

“Namun paling penting juga, harus ada Komitmen bersama mulai dari kepala desa dan jajarannya, kompepar, dan masyarakat. Sementara dalam hal ini, Tri Sakti hanya menilai dan melaporkan saja,” pungkasnya. (Yendra)