Mengenal Keistimewaan Kain Tenun Silungkang Kota Sawah Lunto

16
BERBAGI

 

KabaSumbar.net. –   Sumatera barat dikenal akan tenunnya yang sangat apik. Salah satu yang terbaik adalah tenun asal Silungkang.

Bukan hanya memiliki tempat wisata yang indah saja, Sawah Lunto juga terkenal akan kain tenun, salah satunya Tenun Silungkang. Sesuai namanya, kain ini dibuat dengan teknik tenun, yaitu menganyam benang lungsi dengan benang pakan menggunakan alat tenun. Alatnya pun juga sangat sederhana, yakni terbuat dari kayu, bambu, logam, dan juga tongkat.

Produk ini juga bisa disebut sebagai songket yang merupakan hasil dari tenunan masyarakat Minangkabau dan memiliki kualitas tinggi. Banyak orang yang menyukai produk hasil tenunan ini karena bukan hanya kualitasnya yang tinggi, tapi juga keindahan dan kilauan dari benang emas yang dimiliki. Kain ini memiliki beragam motif yang unik dan menarik sebagai alat kelengkapan kostum tradisional.

Terdapat kombinasi dua atau tiga jenis benang dalam satu motif tunggal. Di antara benang-benang yang sering digunakan adalah sutera, kartun berwarna, dan macau benang, jenis benang yang telah dicampur perak dan emas.

Adapun Silungkang sendiri merupakan nama desa di Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung, Sumatera Barat. Desa tersebut memang memproduksi hasil tenunannya yang bernama Tenun Silungkang. Maka tak heran bila warga sekitar telah mahir dalam membuat tenun yang kemudian diteruskan oleh keturunan mereka.

Keistimewaan kain Tenun Silungkang terlihat pada ragam dan cara pembuatannya yang merupakan hasil buatan tangan atau hand made. Songket ini bukan hanya terkenal di Indonesia saja, tapi juga sampai keluar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Macam songket yang dihasilkan dari tenunan ini pun sangat beragam, di antaranya songket ikat, songket batabua, penuh, benang dua, dan songket selendang lebar.

Sampai saat ini, produk tenun songket masih terus diproduksi. Bahkan para perajin telah melakukan inovasi terbaru yakni dengan memproduksi jenis lain seperti baju wanita, sprei, bantal permadani, selendang, gambar dinding, taplak meja, permadani bergambar, baju wanita, sprei, serbet, kain lap dapur, sapu tangan, bahan kemeja, tussor (bahan tenun diagonal), dan taplak meja polos.

Motif dari Kain Silungkang juga sangat beragam, biasanya menggunakan motif dengan nama seperti binatang, tumbuhan, dan alam sekitar. Masing-masing dari motif juga memiliki maksud tersendiri. Namun, setiap motif memiliki nilai yang sama, yakni nilai budaya, keindahan, kesabaran, ketekunan, dan ketelitian. (  Yendra)