Wako Sawahlunto Deri Asta Sandang Gelar Rangkayo Mudo Dirajo

14
BERBAGI

KabaSumbar.net – Walikota Sawahlunto Deri Asta sandang gelar Rangkayo Mudo Dirajo. Gelar Sangsoko adat ini dikukuhkan oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat melalui kesepakatan LKAAM Kota Sawahlunto dan kesepakatan sepuluh Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kota Sawahlunto serta telah disetujui oleh kaum Bandaro Kayo suku Sumagek Talawi, di Gedung BDTBT Sawahlunto, Senin (11/11/12019).

Pemasangan Deta kepada Deri Asta Rangkayo Mudo Dirajo dilakukan oleh Ketua LKAAM Sawahlunto, Ir. H Dahler Datuak Panghulu Sati MSc. Penyisipan keris oleh Ketua LKAAM Sumbar, Drs M. Sayuti Datuak Rajo Panghulu MPd. Pemasangan Salempang oleh Kabiro Organisasi Setdaprov Sumbar, Irwan Datuak Rajo Nando dan penyerahan tungkek oleh Ketua KAN Talawi , Aljasri Datuak Abu Bakar.

Ketua LKAAM Sumatera Barat Drs M. Sayuti Datuak Rajo Panghulu MPd mengatakan adapun makna gelar tersebut Rangkayo artinya, orang yang kaya budi pekerti dan harta benda. Mudo artinya orang muda ringan tangan suka membantu dan Dirajo artinya Pemimpin tertinggi yang bijaksana di Sawahlunto.

“Usulan pemberian Gala Sangsoko dibahas dan disetujui dalam rapat pleno Pengurus LKAAM Provinsi Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Gala Sangsoko merupakan gelar kehormatan bukan gelar Sako, yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang berjasa untuk Minangkabau, Islam, bangsa dan negara. Gelar ini juga akan diberikan kepada siapa saja (yang sudah di atur sesuai ketentuan) yang punya manfaat bagi kemashlahatan umat dan warga di ranah minang,” tuturnya.

Sebutnya, Gala Sangsoko ini berbeda dengan Gala Sako. Gelar ini tidak mengenal garis turunan. Jadi yang berhak memakai gelar ini adalah si penerima saja (sahabih kuciang sahabih meong).
“Dengan bergelar ini, maka ada tugas bersama yang harus diwujudkan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, jika PNS disebut abdi negara, niniak mamak adalah abdi Pancasila. Bersama Niniak mamak, sebagai penolong agama Allah dan mampu menjalankan pembagunan bersinergi dengan tokoh adat dan juga agama,” urainya.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta Rangkayo Mudo Dirajo mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas pemberian gelar Sangsoko adat ini. Dia berharap, dapat menjalankan tugas dan amanahnya sesuai dengan gelar yang telah disematkan.

“Gelar yang disematkan ini adalah beban yang berat, untuk itu kami meminta dukungan segenap niniak mamak, bundo kanduang dan seluruh elemen lainnya, agar dapat mendukung dan memberikan masukan terkait tugas dan amanah yang harus dijalankan,” imbuhnya.

Dia manambahkan, setiap program yang akan dilakukan akan disinergikan dengan kegiatan adat dan agama untuk pembangunan kota yang lebih baik.

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Irwan Datuak Rajo Nando menambahkan, atas nama pemerintah Provinsi Sumbar, sangat mendukung dilewakannya Sangsoko adat untuk Walikota Sawahlunto, harapannya akan lebih memainkan perannya dalam menjaga keutuhan budaya, adat dan agama di kota ini.

“Sawahlunto sebagai daerah yang berbudaya, terbukti dengan ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Butuh kerjasama dan dukungan semua pihak untuk dapat menjadikan warisan ini untuk terus lestari,” pungkasnya. (*)

Editor : Yendra.