Napak tilas willys brother Sumbar Ke Kota Wisata tambang berbudaya Sawahlunto

29
BERBAGI

 

KabaSumbar.net –  Sawahlunto, dikenal sebagai salah satu kota tua yang cantik dan menyimpan banyak cerita di celah-celah kota, pada gedung-gedung kuno dan peninggalan bersejarah

Di kompleks Taman Segitiga berdiri megah Gedung PT Bukit Asam, berupa bangunan dengan gaya arsitektur khas peninggalan Belanda yang berlantai dua dan memiliki menara tinggi di tengahnya. Gedung itu pun menjadi tugu selamat datang bagi para pengunjung kota Sawahlunto.

Di depan gedung peninggalan perusahaan tambang batu bara terbesar kala itu, terdapat tugu yang menggambarkan dua pekerja tambang yang mengenakan helm, salah satu darinya digambarkan memegang sekop dan satunya mengangkat belencong, dengan latar belakang tiga silo menjulang tinggi yang digunakan untuk mengolah batu bara pada masa lalu.

Di zaman pendudukan Belanda, Sawahlunto, yang berjarak sekitar 90 km dari Kota Padang, menjadi pusat perhatian pemerintah Hindia Belanda setelah ditemukannya cadangan batubara oleh geolog Belanda Ir. W.H.De Greve pada 1867.

Sawahlunto yang dulunya hanyalah sebuah desa kecil dan terpencil, dengan penduduk sekitar 500 orang di tengah hutan belantara itu lalu berkembang menjadi pusat pertambangan batu bara di masanya.

Di belakang Gedung PT Bukit Asam itu terdapat saksi bisu yang kini sedang dikembangkan menjadi primadona wisata tambang di Sawahlunto.

Museum gudang ransum merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari kota sawah lunto,, byk peninggalan bernilai seni yang dapat di jumpai di sini yang belum diketahui masyarakat luar, musium gudang ransum ini menjadi bukti dan sejarah betapa nilai nilai histori akan sebuah cerita panjang perjalanan penambangan batu bara kalla itu.

Selain Gudang ransum yang tak kala menarik nya ada lah,Terowongan “Mbah soero” , tak ada yang tahu pasti berapa panjang dan dalamnya lubang galian tambang batu bara yang kini dijadikan museum itu. Pada 1930 terowongan itu ditutup karena tergenang air, hingga pada 2007 pemerintah setempat kembali membukanya untuk umum.

Di depan pintu masuk terowongan dibangun suatu monumen yang menggambarkan kondisi para pekerja tambang waktu itu.

“Ini dinamakan monumen orang rantai. Kenapa orang rantai? Karena dulu para pekerja dirantai kaki dan tangannya ketika bekerja di tambang,” kata Sudarsono, penjaga dan pemandu di Museum Lubang Tambang Mbah Soero.

Para penambang adalah orang-orang yang dicap sebagai pembangkang dan ditahan oleh pemerintah Belanda untuk dijadikan para pekerja paksa. Mbah Soero sendiri konon dulu adalah salah satu penambang yang disegani oleh para penambang lainnya

Memasuki Lubang Mbah Soero, pengunjung diwajibkan memakai sepatu boots dan helm untuk alasan keamanan.

puncak cemara tempatnya sangat nyaman dan aman tuk tujuan liburan keluarga. Banyak spot tuk tempat selfi. Ada nuansa rumah pohon. Villa. Taman bunga. Taman bermain tuk anak dan pemandangan kota sawah lunto di malam hari yang sangat mempesona.

WB  Sumbar, mendapat. Undangan khusus Dari pemko kota Sawah lunto ke kota tambang wisata berbudaya, kota Sejuta kenangan akan sejarah baik tambang dan peningalan nya..mulai dari sejarah tambang, goedang Ransum, terowongan mbah Soero, cafe kereta my tren mak itam nya, puncak cemara, yg menyajikan pemandangan yg luar biasa baik siang mau pun malam hari .

Yang Lebih seru  Area camping camp , danau kandis, Taman buah lapangan pacu kuda, serta makam Belanda di lubang panjang.

Jadi kalau kita berkunjung ke kota yg berhawa sejuk ini kita akan merasa betah dan seakan enggan untuk cepat pulang.

seperti nya sawah lunto tidak kalah menarik nya saat ini walau deru batu bara tidak terdengar lagi di silo…serta raung mak hitam..yg lagi meng angkut batu bara kala itu ke pelabuhaan teluik bayur, kesan nya Makin membius kita akan kuliner dan kerajinan khas sawah lunto ini.

Sepanjang Jalan menuju kota sawah lunto, tepat nya di Muaro kalaban, berjejer kuliner yang mengundang selera makan bagi pengunjung, Serta kain tenunan khas Silungkang sebagai  Cendera mata  untuk  oleh oleh untuk di bawah pulang.

Rombongan willys brother Sumbar yang di pimpin lansung oleh ketua nya,  Gusti ardi /vallent, Doni oktianes/ doni bule sekretaris wb Sumbar,  yendra. Humas, serta tamu undangan khusus kita dari JAJ. Jakarta.Ir.Haris Prasetyo.MT./ harry prabu, Di terima secara lansung oleh sekda ko Sawah lunto Bapak Rovanly abdams serta Bapak Nurwansyah putra, sekali gus menyerah bendera wb Sumbar dan stiker.

Wb Sumbar mengucap kan terima kasih atas undangan dan aprsiasi nya , semoga kedepan antara willys brother dan pemko sawah lunto akan selalu bersinergi dalam kegiatan pariwisata di kota sawah lunto ini maupun ivend ivend lai nya.  ( Yendra)