Museum Mini Sisa Hartaku Cerita Duka Erupsi Merapi 8 Tahun Silam

11
BERBAGI
Tahun 2010 menjadi tahun yang tidak akan terlupakan bagi warga Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Pasalnya di bulan Oktober – November 2010 terjadi erupsi dashyat merapi
     Erupsi dashyat dari Gunung Merapi tersebut mengakibatkan sejumlah desa yang ada di sisi selatan lereng Gunung Merapi porak poranda tersapu awan panas dan ratusan korban jiwa melayang, tak terkecuali sang juru kunci Gunung Merapi saat itu yaitu Mbah Maridjan, juga turut menjadi korban jiwa.
     Delapan tahun berlalu, kini Gunung Merapi kembali tenang. Nah, bagi kamu yang penasaran serta ingin melihat langsung seperti apa keganasan erupsi Gunung Merapi kamu dapat mengunjungi Museum Mini Sisa Hartaku yang lokasinya berada di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
     Sebelum beralih fungsi menjadi museum, dulunya bangunan ini merupakan rumah milik Watinem dan keluarganya. Singkat cerita, setahun pascaerupsi, Sriyanto yang merupakan salah satu anak dari Watinem mencoba mengumpulkan sisa-sisa harta mereka yang rusak akibat letusan Gunung Merapi.
Awalnya, pengumpulan barang tersebut ditujukan sebagai pengingat kepada anak-cucu mereka mengenai kedahsyatan erupsi Gunung Merapi. Namun, ternyata sisa-sisa harta yang terkumpul cukup banyak dan ‘koleksi’nya mampu menarik banyak pengunjung. Alhasil, hingga kini rumah milik Sriyanto menjadi sebuah museum sederhana yang kemudian dikenal dengan nama Museum Mini Sisa Hartaku.
    “Saat itu anak saya mengumpulkan barang-barang yang tersisa dan diletakan di dalam rumah yang tinggal dindingnya saja,” ujar Watinem kepada kabaSumbar.net saat mengunjungi langsung Museum Mini Sisa Hartaku yang sekaligus menjadi salah satu destinasi pilihan di event kenduri raya sewu jip merayap merapi.
Kini saatnya kabaSumbar.net melangkahkan kaki menuju museum. Di bagian depan museum ini kamu langsung dapat melihat dua buah kerangka sapi dari sapi peliharan milik Watinem yang mati karena terkena awan panas.
    Lanjut ke bagian dalam, kamu bisa melihat barang-barang pribadi sang pemilik rumah yaitu mulai dari jam diding yang jarum jamnya menunjukkan waktu terjadinya erupsi, bekas botol yang meleleh, dokumen – dokumen, peralatan rumah tangga, gelas, piring, uang logam yang meleleh, sendok yang juga sudah meleleh, komputer, televisi yang juga meleleh serta pakaian – pakaian yang sudah hangus sebagia
( Yendra)