Cece Damarus Akhir nya Di Tahan Jaksa Di Rutan Anak Air

82
BERBAGI

KabaSumbar.net – Pemilik toko 4F Damarus, di Jalan Niaga, No. 183, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Tjendrawati Sio (51), akhirnya resmi ditahan pihak Kejaksaan Negeri Padang.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan setelah Penyidik Subdit I, Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumbar, melimpahkan barang bukti dan tersangka terkait kasus dugaan minuman beralkohol (Minol) oplosan.

Tjendrawati Sio (51) atau yang akrab disapa Cece Damarus itu, tiba di Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Rabu (4/9) sekitar pukul 11.20 WIB. Ia didampingi tim Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumbar. Selain membawa tersangka, polisi juga membawa sejumlah barang bukti minuman keras (miras) yang cukup banyak dengan berbagai merk. Seperti, contreau, Gordon, Bintang Bir dan miras bermerk lainnya.

Cece Damarus terlihat menggunakan baju batik. Dia didampingi suaminya Budirasik Tanzil, yang dikenal sebagai bos tempat hiburan Damarus. Dalam perjalanan pemeriksaan marathon selama berjam- jam, akhirnya pada pukul 17.20 WIB, penyidik kejari Alfiandi dan Dewi Permata Asri memutuskan menahan Tjendrawati Sio (51).

Kasi Intel Kejati Sumbar didampingi PLH Kasi Pidum Mulyana Safitri mengatakan, pihak penyidik memutuskan untuk menahan terdakwa dikarenakan pasalnya yang dikenakan memungkinkan untuk ditahan.

“ Tersangka dijerat Undang-undang tentang Perlindungan Konsumen pasal 139 atau 142 Nomor 8 Tahun 1999, dan Undang-undang Pangan 18 tahun 2012,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Mulyana Safitri untuk barang bukti dari Polda ada sebanyak 9 kardus minuman keras atau sekitar 240 botol, dengan berbagai ukuran. Selanjutnya tersangka akan ditahan di Rutan Anak air.

“Tersangka ditahan karena pasal yang dikenakan memungkinkan untuk ditahan dan dikhawatirkan tidak kooperatif,” tegasnya.

Sementara itu, diluar halaman Kejari Padang, suami tersangka Budirasik Tanzil tetap meyakini bahwa istrinya tidak bersalah dan dia tidak pernah menjual miras oplosan.

“Kalau ada oplosan di toko saya atau palsu yang ditemukan, tolong tembak kepala saya. Minuman yang saya jual asli. Cuma sesuai permintaan pembeli dicampur dengan minuman lain, “katanya.

Sebelumnya, pengerebekan di Toko 4F Damarus penjual minuman, Penyidik Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumbar menetapkan pemilik Toko 4F sebagai tersangka kasus dugaan minuman beralkohol oplosan.

Minuman beralkohol yersebut dicampur tanpa memiliki keahlian di bidangnya. Minuman yang sudah dicampur-campur juga diperdagangkan. Sehingga, dapat membahayakan konsumen yang membeli dan meminumnya.

Beberapa jenis minuman beralkohol yang dia jual itu dicampur dengan jenis minuman yang lainnya, seperti alkohol jenis colombus dicampur dengan bir golongan A, golongan C, termasuk ada jenis jus buavita, kemudian dicampur lagi dengan minuman suplemen M-150.

Sebelumnya, Toko minuman 4F Damarus di Jalan Niaga, No. 183, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat itu digrebek Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar, Selasa (21/5). Diduga menjual minuman beralkohol oplosan tanpa izin edar, Disinyalir, kegiatan pengoplosan minuman beralkohol itu dilakukan sejak lama.

Saat penggerebekan, polisi menyita berbagai merek minuman beralkohol sebanyak 130 botol yang tidak ada izin untuk dijual (ilegal), 70 botol minuman berlalkohol yang kosong, satu bungkus minuman oplosan beralkohol, 4 pak plastik bening cap singa lait, 4 pak plastik hitam, dan 5 pak sedotan merek plastisindo.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap modus operandi yang dijalankan pelaku untuk mengoplos minuman keras dengan cara membuka kemasan akhir minuman beralkohol, kemudian mencampurkan dengan minuman jenis lain tanpa takaran yang jelas dan tanpa ada keahlian.

Setelah itu, minuman yang telah dicampur-campur berbagai merek itu kemudian dikemas ulang menggunakan plastik bening untuk diperdagangkan kembali. Penjualan miras yang sudah dicampur-campur seperti itu biasa dikenal dengan sebutan miras paket yang dijual dengan harga yang beragam, mulai dari puluhan ribu rupiah. (*)

Editor : Yendra.

Sumber : post metro.